Tidak jarang kita dibuat kaget oleh penampilan kawan kita yang 10 tahun lalu begitu bersahaja dan tidak sombong. Ktika 10 tahun lewat tanpa bekas kita melihatnya dengan penampilan yang sama sekali berbeda. Bahkan tidak jarang kita menjadi pangling dan salah paham. Padahal, 10 tahun lalu di mata kita dia cumanlah seorang penjual cilok di pinggir kali.

Sekarang, dia adalah seorang pengusaha warnet yang sukses tidak karuan.




Itulah waktu, sanggup merubah manusia dari titik hancur ke titik berantakan. Tidak ada yang bisa menghentikan cara kerja waktu yang sangat ilusif dan misterius. Tapi, jika diurai dengan pendekatan relativitas Einstein, waktu ternyata berjalan dengan santai. Kitalah yang sejauh ini tidak bisa santai di hadapan waktu.

Mengapa?

Ada begitu banyak yang mengganggu pikiran kita. Mulai dari utang yang menumpuk-numpuk seperti sampah, sampai bagaimana mengatur strategi agar selingkuhan tetap pada posisi yang kita harapkan, atau bagaimana menjaga hubungan baik antara Istri pertama dan Istri ke 7. Istri nomor urut lain bisa diabaikan karena mereka mengerti posisi anda.




Nah, perhatikan, pada posisi itu saja anda sudah kehabisan banyak waktu, sehingga tidak sadar teman anda waktu masih kecil terus berfokus pada tujuan utamanya, yaitu menjadi juragan warnet pertama yang sukses di kampung.

Boro-boro memikirkan soal istri, pacar saja dia masih tidak punya. Artinya, dengan menjomblo dan berfokus pada tujuan, dia bisa bergerak dengan kecepatan yang fantastik menuju mimpi besarnya.

Jadi, masalahnya bukan di waktu, tapi di anda sendiri yang terlalu banyak agenda di dunia dan berharap saat mati nanti anda bisa langsung menembus surga tanpa dicuci dulu di neraka.

#Itusaja!



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.