“Sepertinya tanaman jagung musim ini cukup memuaskan. Setelah 5 kali musim hampir 80% petani jagung gagal panen akibat kemarau panjang dan penyakit hawar daun di Kecamatan-kecamatan Tigabinanga, Laubaleng, Mardingding dan Kutabuluh Simole,” jelas Pak Sebayang, seorang petani jagung di bilangan Desa Perbesi.

Laporan Sintesa Karo-karo dari Karo Barat

 

Memang jelas terlihat di sepanjang jalan mulai dari Simpang Desa Munte menuju Tigabinanga kondisi jagung saat ini cukup menggairahkan para petani, meskipun di beberapa lahan kita lihat masih ada juga yang pertumbuhannya kerdil, buah kecil.

Bahkan ada yang tidak berbuah, terutama bagi petani yang lebih dulu menanam sekitar awal Pebruari 2018 kemarin karena tidak turun hujan cukup lama di daerah tersebut. Namun, setelah turunnya hujan, sebagian besar masih bisa selamat.







Dibandingkan dengan 5 kali musim tanam sebelumnya, petani jagung di daerah ini terus menerus mengalami gagal panen. Kondisi gagal panen ini sangat mempengaruhi perputaran ekonomi masyarakat di 5 kecamatan itu. Semoga sampai panen kondisi cuaca tetap mendukung dan, satu lagi, mudah-mudahan 2 – 3 bulan ke depan (masa panen raya jagung) harga jagung semakin bagus.

“Itulah yang diharapkan petani jagung kepada pemerintah. Mungkin pemerintah daerah melalui instansi terkait menyampaikan kondisi jagung kami di sini ke pemerintah pusat agar diperhitungkan hasil panen kami terhadap kebutuhan jagung nasional. Dengan demikian, kita harapkan pemerintah tidak mengimport tapi membeli jagung dari ladang kami untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” harap Pak Sebayang.

Selanjutnya Pak Sebayang mengatakan, 5 kali musim gagal panen 1 kali hasil panen kali ini bisa memberikan gairah kembali ke petani jagung di Dataran Tinggi Karo.

“Tentunya harapan kami dengan hasil yang bagus ini juga dihargai dengan harga yang bagus pada saat panen nanti,” Pinta Pak Sebayang mewakili petani jagung di Dataran Tinggi Karo.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.