Jelas, Jokowi memimpin negeri ini belum genap 4 tahun. Apalagi torehan prestasi Jokowi yang sudah diakui dunia, mulai kepercayaan investor hingga menjadi presiden yang dijadikan inspirasi oleh beberapa kepala negara di dunia dengan niru-niru blusukan. Jokowi telah menjadi ikon di beberapa negara.

Bukan itu saja, Jokowi juga termasuk 20 Tokoh Islam. Tentu penunjukannya sebagai Tokoh Muslim Dunia tidak main-main. Penilaian yang ketat mulai sisi religius, kepribadian, perhatian terhadap semua Suku, Agama dan Ras yang diakomodir serta sosok Jokowi yang berakhlak. Tentu tidak salah jika seorang Jokowi layak menjadi Tokoh Muslim Dunia.




Ketika si Sandiaga Uno menyamakan Jokowi dengan Najib yang dikalahkan politisi gaek, Sandiaga lupa bahwa dia bukanlah orang partai. Sandi lupa bahwa dia adalah pemimpin sebuah daerah dari berbagai Suku, Agama dan Ras. Yang mestinya mengayomi dan membuat suasana damai.

Apalagi sebagai seorang Wakil Gubernur, tentu nilai kepantasan juga sangat tidak pantas. Bagaimanapun juga secara hirarkis, kepala daerah tentu termasuk dalam wilayah pemerintah. Bukan malah menjadi tukang nyinyir.

Najib memerintah Malaysia 9 tahun, Jokowi baru seumur jagung.

Semua aspek oleh Jokowi berusaha dibenahi. Termasuk korupsi. Jika Sandi menganggap Jokowi seperti Najib, jelas sudah sangat menyinggung dan melecehkan. Di belakang Jokowi yang berjumlah ratusan juta orang tentu rasanya tidak terima.

Sandi lupa atau pura-pura bego bahwa kemenangannya karena mempolitisir mayat dan ayat. Sandi lupa bahwa rakyat DKI banyak yang mendukung Jokowi.

Apakah karena gara-gara air tinja diminum lalu menunjukkan gejala out of waras? Nasibmu wahai DKI.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.