Laporan BASTANTA P. SEMBIRING (Jambi)

 

Memasuki Bulan Puasa seperti ini, biasanya menjadi momentum untuk dapat merahup untung besar bagi sebagian besar pedagang. Terkhususnya bagi pedagang bahan makanan, pakian, dan juga pedagang buah. Namun, untuk kali ini, bagi sebagian besar pedagang buah berbeda dari tahun sebelumnya. Walau harga buah cukup tinggi, pembeli sangat menurun drastis jika dibanding Ramadhan tahun lalu.

Bahkan dari hari-hari biasa sebelum memasuki Bulan Ramadhan pun penjualan masih jauh dari biasannya.




“Pada Bulan Puasa tahun lalu [2017], seminggunya bisa pendapatan bersih mencapai 6 – 10 jutaan. Tapi tahun ini satu hari hanya Rp 300 – 400 ribu saja,” aku Ginting, seorang agen buah kepada Sora Sirulo saat ditemui di kediamannya di Suban (Tanjung Jabung Barat, Jambi) sambil menunjukkan 16 kotak Salak Pondo yang masih menumpuk di gudangnya.

Lebih lanjut Sora Sirulo menanyakan perihal penyebabnya, Ginting mengatakan 2  hal utama penyebabnya, yakni daya beli masyarakat yang memang rendah dan soal cuaca.

Soal daya beli itu, mungkin berkaitan dengan Bulan Ramadhan kali ini yang berbarengan dengan dimulainnya tahun ajaran baru. Faktor cuaca, memang sejak memasuki Puasa hari pertama kemarin, tiap hari turun hujan. Tentunya ini sangat berpengaruh terhadap pembeli.

Memang beberapa pedagang buah yang sempat ditemui Sora Sirulo di Jalan Lintas Timur Sumatera (Jambi) mengakui hal tersebut. Secara seragam mereka memberi alasan bahwa ini sangat dipengaruhi oleh cuaca.

“Jam 4 sampai jam 5 sore itu idealnya masyarakat berbelanja kebutuhan untuk berbuka puasa. Nah, di situ pula tiap hari hujan deras. Kan pembeli pasti malas ke luar.“ keluh Sembiring, pedagang buah yang berjualan di Jalinsum.

Namun, saat ditanya lebih lanjut, Sembiring mengaku tetap optimis, setidaknnya nanti pada saat masa mudik dan arus balik bisa keadaan membaik.

“Biasa satu minggu sebelum dan sesudah Lebaran itu Jalan Lintas ramai. Biasa pun banyak pemudik yang singgah untuk membeli buah di tepi jalan. Harapan kita saat itu ramai pembeli dan cuacapun baik,” ujar Sembiring berharap.

Memang sebagaimana pengamatan Sora Sirulo di Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, Jalan Lintas Sumatera akan mulai padat oleh pemudik, khususnya yang menggunakan kendaraan pribadi seminggu sebelum Lebaran dan seminggu sesudahnya untuk arus balik.







Leave a Reply