Kritik-kritik Amin Rais terhadap Jokowi kerap di luar nalar. Publik menilainya sudah keterlaluan. Apalagi Amin Rais sudah membawa-bawa nama Allah.

Amin Rais mungkin salah satu tokoh yang ocehannya belum diperhatikan oleh Jokowi. Tokoh lain sudah. Bahkan sekelas Ngabalin juga sudah. Kelihatannya agar didengar Jokowi, ocehan Amin Rais semakin kencang, semakin nyaring.




Jokowi sendiri belum memberi sinyal jelas apakah mau bertemu Amin Rais. Media-media mencoba membuat skenario pertemuan demi berita hot. Para tokoh lain juga menginginkan adanya pertemuan. Katanya untuk mendinginkan suasana.

Tetapi, melihat gelagat Amin Rais yang semakin GR, sulit rasanya Jokowi meladeni tarian Amin Rais itu. Bayangkan ia sudah memberikan syarat pertemuan. Harus ke rumahnyalah, tidak bawa ini, itulah dan seterusnya.

Melihat jawaban Jokowi kemarin atas rencana pertemuannya dengan AR, sulit rasanya terlaksana dalam waktu dekat.

“Nanti kita atur waktunya. Bisa dalam waktu dekat, bisa dalam waktu panjang,” kata Jokowi kepada media.

Apa arti jawaban Jokowi itu? Tak ada kepastian. Itu berarti tak begitu penting-penting amat. Apa pentingnya Jokowi bertemu AR?

Jika tidak penting, biarkan AR terus menari dalam ocehannya. Ia mungkin sengaja disisakan Jokowi untuk tidak dirangkul agar berperan sebagai kerikil demokrasi. Artinya biar sinetron demokrasi ini lebih seru sedikit untuk ditonton. Dalam sinetron harus ada tokoh oposisi.

Jika demikian, maka pertemuan itu bisa dalam waktu dekat, bisa dalam waktu panjaaaaang, sampai lebaran kuda.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.