Kolom M.U. Ginting: MANUSIA TERKUTUK UNTUK SELAMA-LAMANYA (3) (Habis)

0
168

Soal Multikulturalisme

 

Banyak diantara kita masih ingat atau pernah membaca sejarah kegemilangan PKI ketika era Soekarno. NASAKOM, ketika itu jadi pencerminan kesatuan nasional. Di situ ada kaum nasionalis, kaum agama dan kaum komunis yang mewakili partai komunis PKI. Ketiga elemen ini ada dalam NASAKOM itu. Tanpa disedari oleh publik, di situ berlaku politik komunisme yaitu multikulturalisme.

Sangat tabu ketika itu untuk mengucapkan ‘orang Jawa, atau orang Karo atau orang Batak atau orang Sunda atau Ambon. Awas ‘primordialisme’, katanya juga.




Sungkanlah kita, atau bisa dibenci orang banyak, kalau kita sembarangan ngomong suku ini atau suku itu, karena yang berlaku atau populer ialah politik multikulturalisme atau pluralisme kata sebagian orang. Pencipta dan pendorong utama perasaan ‘tabu’ ini adalah orang-orang komunis atau PKI, karena mereka mendambakan internasionalisme.

Tentu saja asal usulnya ialah Marxisme. Ideologi karangan Karl Marx. Di situ termasuk multikulturalisme, dengan tujuan secepat mungkin menghilangkan berbagai kultur/ tradisi suku-suku bangsa, daerahnya dan melenyapkan nasionalisme itu sendiri demi komunisme internasionalisme. Atau dengan perkataan lain “all the separate races and religions shall disappear.

Cognitive Dissonance: Media Masks Ghastly Truth Behind Terror Cognitive Dissonance: Media Masks Ghastly Truth Behind Terror left, Most people are governed by greed and fear.Terrorism is an extortion racket run by the Masonic Jewish bank…

Soal komunisme dan Marx, belakangan kita sudah lebih banyak mengerti berkat keterbukaan internet. Pengetahuan dan informasi apa saja sudah bisa dibaca oleh semua orang. Marx sendiri adalah orang yang disewa oleh bankir rentenir internasional Rothschild untuk mengarang ‘marxisme’ menipu rakyat dunia dan kaum intelektual dunia pada zamannya, dan dengan tujuan utama NWO.

“Marxism… the demagogic popular one “that is used to dupe the intellectuals and the masses. Marx was hired by Rothschild to dupe the masses. Rakovsky says Marx ” laughs in his beard at all humanity.” (Sumber): What is Communism?)

Jadi, untuk membebaskan kita dari kutukan lama itu hanyalah dengan mempelajari kembali dan mengakui adanya kanker ‘denial’ (penolakan) kita yang sudah begitu lama terhadap hakekat (esensi) 3 persoalan itu yaitu terorisme, Fed dan multikulturalisme.

“We are doomed unless we face bitter truths that we’ve been trained to deny.This cancer cannot be treated unless the disease is recognized.”







Leave a Reply