Sulitnya menjebak Jokowi, sulitnya mendeskreditkan Jokowi dari segala penjuru mata angin. Mereka yang tergabung dalam barisan sakit hati berkepanjangan, konon saking kepanjangan, ada seseorang yang tersedak. Hallaaaahhh….

Apa gak puyeng? Semua energi, berbagai cara untuk membuat politik Indonesia diharapkan hingar bingar, diharapkan agar Jokowi merespon dan terpancing. Seorang Jokowi malah cenderung keep calm. Cuek bebek tidak peduli dengan omelan, ocehan dan nyinyiran para oposisi.

Semua isu berusaha digoreng. Bahkan kurs dollar yang menguat, oleh para Kampret dibumbui berbagai ramuan yang diharapkan agar Indonesia makin terpuruk. Namun, oleh kru ekonom cebong bisa ditangkis. Karena memang faktanya dollar menguat disebabkan oleh perang dagang dua raksasa ekonomi antara China dan Amerika.




Justru situasi berbalik arah ketika Prabowo dan Amin berpamitan umroh. Ternyata tujuannya adalah jumpa sama bang Toyib Shihab. Umroh yang semestinya sakral, yang harusnya hanya mencari Ridho Allah, oleh mereka dibuat lucu-lucuan. Apa gak lucu? Berfoto bersama dengan back ground Ka’bah, dengan saling menggenggam tangan. Siapapun bisa menilai bahwa foto mereka bernuansa dan beraroma politik.

Kebenaran akan menemukan jalannya sendiri. Di sinilah semua menjadi sadar, memilih pemimpin pertimbangannya tidak cukup hanya karena seiman. Terbukti hampir 1 tahun DKI dipimpin oleh 2 manusia yang sehatnya kurang 1 strip. Nyaris banyak orang menyesal. Banyak orang dirundung nestapa menangisi keadaan DKI.

Mulai isu PKI, isu aseng, isu koalisi keumatan, bahkan pak mantan punya isu koalisi kerakyatan dan rasanya mereka tentu berupaya mati-matian supaya bisa mengalahkan Jokowi sebagaimana mengalahkan Ahok. Namun, yakinlah tahun-tahun politik nanti, kita akan melihat sekuel episode lucu yang dilakukan oleh Prabowo, Amin dan PKS. Ditambah bapak mangkrak Indonesia.

Jokowi adalah manusia pinilih. Dalam ketenangan beliau, para pembenci akan hanyut dan kalap. Dan alam sudah mengatakan “air tenang menghanyutkan”. Yakinlah, 2019 Jokowi seng ada lawan. Yang ada para pembenci akan seperti dagelan dan teramat lucu.

“Bang Toyib Shihab apakah juga akan lucu, Mas?”

Itu juwelass. Akan mati jungkel kebalik di tanah leluhur.




Leave a Reply