Selain ada tol, jalur tengah dan Pantura sebagai pilihan para pemudik nantinya, kini telah hadir jalur Pansela atau Pantai Selatan Jawa. Kondisi alamnya sangat eksotik dan cantik untuk dinikmati pemandanganya. Jalur yang membentang dari Banten sampai Banyuwangi ini sudah tidak seperti dulu lagi. Dulu kondisi jalan memang tak terurus, sempit dan berlubang.

Kini, kondisi buruk itu tinggal kenangan. Akses jalan dengan kekuatan cor semen baja dan pelebaran jalan makin membuat nyaman pengendara yang melintasinya.




Banyak spot pariwisata terkenal di sepanjang perjalanan. Banyak spot menawan untuk diabadikan lewat kamera. Inilah keindahan alam kita, yang sejatinya tidak kalah dengan keindahan benua eropa. Semilir angin laut beserta desiran ombak, membuat perjalanan makin menyenangkan. Gunung dan perbukitan pun menunjukan pesonanya, seakan tak mau kalah dengan indahnya lautan.

Meski beberapa titik di Jatim masih dikebut perbaikan aksesnya. Namun sang Penteri PUPR (Basuki H) yakin akhir tahun semua sudah bisa dilewati dengan aman, nyaman, dan menyenangkan.

Inilah jalur Pansela kita. Jalur yang akan meningkatkan ekonomi warga yang mendiaminya. Mungkin untuk saat ini, warga Selatan Pantai Jawa adalah penyumbang TKI ataupun TKW nomer satu di Indonesia. Namun, suatu saat nanti, bukan kita lagi yang akan menyeberangi lautan untuk mencari rezeki. Tetapi para turis akan berbondong-bondong, membawa uangnya untuk diserahkan kepada kita.

Inilah revolusi mental yang sesungguhnya. Menjadikan bangsa yang disegani bukannya bangsa yang ingin ditakuti. Menjadikan bangsa yang bekerja keras bukannya bangsa yang pemalas. Menjadikan bangsa yang berdikari bukannya bangsa yang tergantung dari subsidi. Menjadikan bangsa yang nasionalis agamis bukanya bangsa yang intoleran radikalis.

Maturnuwun, Pak Jokowi, maturnuwun Pak Basuki, Pulau Jawa pun tak luput dari sentuhan cinta hasil karya kalian berdua.

Setelah melintasi jalur Pansela beserta keindahan alamnya, maka masih punya malu kah kalian yang memakai kaos ganti “tersedak” milik si Mardani ali sera? Maka, nikmat apalagi yang kalian dustakan? Wahai kaum sandal jepit swalow.

Salam Jemblem







Leave a Reply