Jokowi meneruskan cita-cita Bung Karno. Akankah Prabowo mengikuti jejak sang ayahanda?




Harus diakui bahwa Bung Karno bukan hanya sekedar pembaca Teks Proklamasi. Kisah dari perjuangan seorang Soekarno mau tidak mau harus diakui bahwa beliau adalah pejuang tangguh demi tegaknya sebuah negara yang bernama Indonesia.

Nasionalisme seorang Soekarno tidak diragukan lagi, pikiran-pikiran beliau tentang Nasionalisme dituangkan menembus ruang dan waktu. Ruh dari cita-cita Bung Karno yang Pancasilais adalah semata-mata demi Bangsa dan Negara.

Namun kenapa saat Soekarno jadi presiden ada saja yang memberontak?

Visi, misi, pemikiran serta kebijakan oleh pemegang kekuasaan tentu akan selalu pro kontra, termasuk kebijakan yang diambil oleh Soekarno. Jiwa revolusioner seorang Soekarno berusaha mengakomodir semua elemen yang ada. Dan seorang Soekarno yang visioner, di tangan beliau proyek prestisius yang disebut proyek mercusuar, mulai Masjid Istiqlal, Monas dan Gelora Istora Senayan dibangun.




Barangkali memahami seorang Seokarno sama sulitnya dengan memahami Jokowi saat ini. Yang berbeda adalah, seorang Soekarno cenderung terbuka dan meledak-ledak, sedangkan seorang Jokowi lebih kalem. Lebih sabar dan tidak atraktif soal serangan dari lawan politik. Namun soal kekerasan kepala, soal ke-koppig-annya, soal keberaniannya, antara Soekarno dan Jokowi tidak diragukan lagi. Nyaris sama. Bernyali!!

Dari sinilah banyak orang yang kebelet berkuasa menjadi panas dingin. Bukannya melalui jalur yang semestinya dengan demokrasi, mereka justru melakukan makar. Termasuk sang ayahanda Prabowo dengan PRRI/ Permesta. Apakah pemberontakan PRRI tersebut murni ingin meluruskan negara? Yang terjadi adalah, pemberontakan tersebut dibantu oleh Amerika. Dan sejarah akhirnya menulis bahwa setelah Soekarno lengser, Amerika mengeruk Gunung Emas yang ada di Papua!

Akankah Prabowo mengikuti jejak sang ayahanda Soemitro Djojohadikusumo dalam hal menyikapi kebijakan Jokowi?

Secara eksplisit, Prabowo sepertinya seorang Nasionalis sejati. Sepertinya! Namun dalam kenyataannya, partai beliau justru lebih mendekat ke Ormas yang radikal dan malah mendukung HTI.

Dari situlah arah perjalanan politik Prabowo semakin terang benderang. Jelas kalau seorang nasionalis, yang lebih mencintai bangsa dan negara, tentunya Prabowo akan menjauh dari kelompok yang ingin merongrong Pancasila.

Semua terbaca jelas.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.