DARUL KAMAL LINGGA GAYO. TIGABINANGA. Suasana di simpang empat stasion Sebayang Tigabinanga di H-4 hari raya, terlihat mulai dipadati oleh pemudik dari kampung-kampung Kecamatan Tigabinanga dan sekitarnya (Karo Barat).

Para pemudik ini rata-rata adalah dari Suku Jawa yang bekerja di lahan-lahan pertanian warga Suku Karo. Begini menjelang Lebaran, mereka pulang ke “kampung” asal mereka di Kota-kota Siantar, Binjai, Tebingtinggi serta Kabupaten-kabupaten Langkat, dan Deliserdang.




Ada juga orang-orang Minang dari Sumatera Barat dan orang-orang Alas dari Aceh Tenggara yang semuanya beragama Islam, seperti yang dari Suku Jawa, pulang untuk merayakan Lebaran di kampung asal mereka bersama sanak keluarga.

SOR SIRULO melihat juga beberapa diantaranya yang mudik ke Pulau Jawa.

Warga Suku Karo memang umumnya petani ulet dan gigih, tapi mereka lebih menginginkan anak-anaknya melanjutkan studi ke kota-kota besar seperti Medan, Pekanbaru, Padang, Jakarta, Bandung, Bogor, Yogjakarta, dan Surabaya ataupun ke Malaysia dan Singapor. Akibatnya, mereka kewalahan mendapatkan tenaga kerja di lahan pertanian mereka sehubungan dengan tenaga kerja muda kebanyakan kuliah di kota-kota dan setelah tammat kuliah biasanya mencari kerja di kota.

Kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian itu umumnya diisi oleh warga Suku Jawa dari kota-kota sekitarnya serta orang-orang Alas dari Aceh Tenggara dan sebagian dari Suku Minang. Mereka tinggal bersama keluarga sendiri di ladang majikan mereka. Banyak juga pekerja sektor pertanian ini dari Suku Batak (umumnya datang dari Pulau Samosir), tapi mereka tidak mudik di hari Lebaran ini karena mereka umumnya beragama Kristen.

VIDEO: Lagu Karo (vokal: Antha Prima Ginting) tentang cinta yang tertinggal di Simpang Tigabinanga.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.