Amin Rais kembali jadi ‘remaja’. Ia ingin menjadi Presiden. Inspiratifnya adalah Mahatir Mohammad. Amin Rais menyamakan dirinya dengan Mahatir yang sudah berumur 92 tahun. Atas keinginan hebat Amin Rais ini, Jokowi memujinya setinggi langit.

Apa alasan Jokowi memuji Amin Rais? Berikut 3 alasan kura-kura. Nomor 2 paling makjleb.

1. Amin Rais adalah seorang pejalan kaki yang sangat kuat

Amin Rais bisa jalan kaki bolak-balik dari Yogyakarta-Jakarta-Yogyakarta. Jaraknya 583 km kali dua berarti 1.166 km. Ini tidak bisa dilakukan oleh Jokowi.

“Ya, saya kira sangat bagus. Karena kita tahu beliau seorang tokoh politik yang tidak diragukan lagi pengalamannya, kata Jokowi.




Pengalaman jalan kaki Amin Rais itu menjadi modal besar untuk membangun Indonesia ke depan. Tak ada seorang politikus yang mampu jalan kaki sejauh itu. Itu hanya dilakukan oleh seorang Amin Rais.

Jika menang Presiden, Amin Rais akan jalan kaki bolak-balik dari di Istana Merdeka Jakarta ke Istana bogor. Kalau ke Depok, Puncak, Tangerang, Banten, Bandung dan Semarang, Amin Rais tinggal jalan kaki saja.

Jarak Jakarta-Bogor hanya 52,5 km kali dua hanya 105 km. Itu sangat kecil bagi Amin Rais. Jadi, pagi hari Amin Rais kerja di Istana Merdeka, sore tidur di Istana Bogor. Kalau dia melakukan kunjungan ke daerah lain, maka Amin Rais dari Bandara jalan kaki ke tempat-tempat yang dikunjungi.

Karena jalan kaki, maka tidak perlu mengeluarkan biaya. Tidak perlu memakai mobil kepresidenan. Tidak perlu pakai sirena segala. Tidak ada kemacetan, karena Amin Rais jalan kaki di trotoar. Ini sangat mendidik masyarakat. Nantinya Amin Rais akan mengatakan tak usah dibangun jalan raya, jalan tol dan jalan kereta api. Itu buang-buang duit. Kita cukup jalan kaki saja mengantar barang ke segala penjuru.




Selain sehat, juga jalan kaki tidak menimbulkan polusi. Pun sangat mudah berinteraksi dengan masyarakat di pinggir jalan yang dilalui. Tukang bubur, tukang goreng, tukang parkir, tukang palak bisa menyapa Amin Rais secara langsung.

Gerakan jalan kaki Amin Rais bisa menular. Pertama, tentu Amin Rais sendiri. Disusul pengawalnya, Paspampres. Lalu menteri dan staf, para pegawai dan seluruh masyarakat Indonesia.

Lama-lama aksi jalan kaki Amin Rais menjadi sebuah gerakan bangsa. Bisa masuk rekor dalam Guiness book. Lalu Amin Rais bisa diangkat menjadi pahlawan Jalan kaki dunia dalam mimpi.

 

2. Amin Rais sering ‘bertemu dengan Allah’

Ucapan Amin Rais “Allah akan melengserkan Jokowi. Allah malu kalau jutaan doa untuk mengganti Presiden tidak dikabulkan” adalah buktinya. Amin Rais sering bercakap-cakap dengan Allah. Amin Rais jadi tahu apa yang diinginkan oleh Allah untuk bangsa ini.

Pertemuan dan perbincangan Amin Rais dengan Allah sangat berguna untuk membangun bangsa ini. Amin Rais tinggal bertanya kepada Allah bagaimana cara membangun bangsa ini dengan cepat. Amin Rais bisa bertanya langsung kepada Allah apakah menjadi kaya itu cukup dengan jutaan doa yang diulang-ulang. Juga melengserkan seorang Presiden cukup dengan jutaan doa yang diulang-ulang?

Karena sangat dekat dengan Allah dan sering bertemu, Amin Rais bisa tahu apa yang terjadi ke depannya. Ia bisa tahu kalau Indonesia akan hancur atau utuh. Ia juga tahu kalau ada serangan dari luar ataupun dari dalam. Berkat pertemuannya dengan Allah, Amin Rais jadi tahu yang mana partai Allah dan partai setan. Partai Allah: Gerinda, PKS dan PAN. Sedangkan Partai Setan adalah partai besar dan partai-partai lainnya. Hebat.




Pengalaman Amin Rais ini tidak dimiliki oleh politikus lain. Tak ada seorang pun sejauh ini yang sudah bertemu dan bercakap-cakap dengan Allah terutama dalam soal politik.

Senioritas Amin Rais dalam bercakap-cakap dengan Allah terkait politik nasional tidak diragukan lagi. Sebetulnya pada Pilpres 2004 Amin Rais sudah tahu kalau dia kalah dari SBY. Tetapi Allah bilang untuk meramaikan saja. Pada Pilpres 2019 Amin Rais sudah mengetahui kehendak Allah. Bisa jadi Allah bilang ramaikan saja jadi badut atau penari latar. Itulah sebabnya Jokowi memuji Amin Rais.

“Senioritas beliau dalam kancah politik nasional juga tidak diragukan,” kata Jokowi.

 

3. Amin Rais Politikus ‘Jujur’

Amin Rais terkenal dengan jejak rekamnya. Ia sangat jujur. Ia tidak pernah menampung duit korupsi sebesar Rp 600 juta dari Eks Menkes Siti Fadilah. Itu pemberian Sutrisno Bachtir. Jujur bukan?

Amin Rais juga bukan politikus comberan menurut Inas Nasrullah. Bukan. Amin Rais politikus jujur. Ia tidak pernah mengkhianati Gus Dur. Ia hanya mempermainkan Gus Dur. Jujur dalam bermain. Artinya jujur kalau berkhianat.




Amin Rais juga jujur mencuri dan mengklaim nama sebagai pahlawan reformasi. Walaupun tidak ada Perpres yang mengesahkan hal itu.

Amin Rais jujur apa maunya. Ia jujur dalam mengklaim. Jujur mencuri dan mengklaim itu luar biasa. Apalagi sekarang sangat jarang orang jujur ditemukan.

Ketika Jokowi sudah membagikan puluhan juta sertifikat tanah, Amin Rais langsung bersuara, itu sebagai pengibulan. Amin Rais secara jujur mengatakan tidak ada itu. Itu Pengibulan alias bohong. Mengapa?

Setiap kali dibagi sertifikat tanah, Amin Rais kebetulan ada di surga. Saat di surga, Amin Rais sibuk bercakap-cakap dengan Allah. Jadi Amin Rais jujur. Ia tidak melihat pembagian sertifikat tanah itu.

Pengalaman jujur ini membuat Amin Rais sangat cocok menjadi Presiden. Jejak rekam jujur ini tidak diragukan lagi. Amin Rais sangat bagus menjadi alternatif calon Presiden.




“Dan rekam jejak beliau saya kira tidak ada yang diragukan. Saya kira sangat bagus untuk memberikan alternatif pilihan-pilihan dalam rangka Pilpres ke depan,” imbuh Jokowi.

Satu lagi keahlian Amin Rais, walaupun tidak menjadi nomor empat. Ia adalah ahli nyinyir. Tak ada politikus sekaliber Amin Rais soal kenyinyiran. Amin Rais adalah pemimpin nyinyir yang hebat.

Pengalaman kenyinyiran Amin Rais sangat berguna bagi kemajuan bangsa dan negara. Leadership kenyinyiran Amin Rais bisa mentransformasi mental bangsa ini menjadi mental nyinyir. Sehingga ke depan, bangsa ini menjadi bangsa yang maju dalam kenyinyiran berkat sentuhan Amin Rais.

Jadi tinggal melakukan koalisi nyinyir, maka semua akan bisa bersatu menjadi bangsa yang nyinyir. Koalisi nyinyir ditambah dengan aksi badut dan penari latar, maka lengkaplah sudah. Amin Rais cocok jadi Presiden. Begitulah kura-kura.




Leave a Reply