Lagi viral soal spanduk Jalan Tol Jokowi yang dipasang di salah satu Tol di Jawa Tengah. Pada spanduk tersebut ditulis: “Anda sedang memasuki Jalan Tol Pak Jokowi”. Pasukan kalong alias kampret yang baca langsung naik tensi. Mata kunang-kunang, kepala panas, pandangan nanar dan bawaannya pengen makan orang aja.

Mereka teriak: “Dasar cebong IQ sekolam. Itu duit negara bukan duit Jokowi. Jadi, jangan enak aja bilang Jalan Tol Jokowi!!!”




Belum puas juga, mereka membuat meme pakai foto Sandiaga Uno untuk mengatakan “Tol Cipali sepanjang 116 KM 45% sahamnya milik Sandiaga Uno, Jokowi ngak punya 1 cm pun.”

Lihat fenomena di atas gua ketawa geli. Lucu aja. Mereka buat spanduk 2019 ganti Presiden atau seruan bunyikan klason 3x pertanda pengen presiden baru kita anteng-anteng aja. Ini baru dibuat 1 spanduk udah kelonjotan kayak cacing disiram cuka.

Jadi, gini ya Nyett eh Preet. Maksudnya, semua orang juga udah tahu Jokowi nggak punya TOL karena dia bukan kontraktor Jalan TOL. Semua proyek infrastrukur yang dibangun menggunakan APBN udah pasti itu milik rakyat. Jadi, maksud Jalan TOL Jokowi itu bukan punya Jokowi tapi jalan Tol yang dibangun di Zaman Jokowi. Sangat sederhana pengertiannya, tapi gua maklum mungkin ini efek kalian suka tidur kebalik, kepala di bawah, makanya suka meribetkan sesuatu yang sederhana.

Sandiaga Uno dalam hal ini PT. Saratoga Inestama Sedaya itu cuma salah satu kontraktor yang memenangkan tender konsesi kepemilikan jalan TOL di Indonesia. Kalian boleh membanggakan Sandiaga Uno, tapi perlu diingat juga yang memberikan fasilitasnya tetaplah pemerintah. Mulai dari kemudahaan perizinan sampai pembebasan lahan yang bermasalah.

Zaman Pak Mantan banyak rencana pembangunan Jalan Tol, tapi akhirnya banyak juga yang mangrak. Tanya kenapa? Karena beda type kepemimpinan. Jokowi bukan type pemimpin ABS (Asal Bapak Senang). Setelah acara Groundbreaking, Jokowi akan terus mengawasi progres pembangunan proyeknya sampai di mana. Dia nggak segan tiba-tiba Sidak ke lokasi proyek. Jokowi nggak ada waktu untuk membuat lagu apalagi sampai 5 album. Yang dia tahu cuma kerja, kerja, dan kerja.

Jadi, nggak heran 4 tahun era kepemimpin Jokowi beliau berhasil membangun 560 KM Jalan Tol. Coba bandingkan dengan Presiden sebelumnya. Suharto 32 Tahun 490 Km, Habibi 1,4 Tahun 7.2 Km, Gus Dur 2 Tahun 5,5 Km, Megawati 3 Tahun 34 Km atau Pak Mantan 10 Tahun jadi Presiden cuma bisa membangun 212 Km. Duitnya Rp. 3 ribu Triliyun habis buat dibakar membayar subsidi.

Perlu dicatat pula, Jokowi mewarisi neraca perdagangan yang defisit. Anggaran yang defisit sampai hutang negara yang menumpuk. Jokowi diwarisi hutang Rp. 2.700 Triliyun yang tiap tahun harus dibayar bunga dan pokoknya sebesar Rp. 365 Triliyun. Belum lagi kondisi ekonomi dunia yang memang lagi terpuruk saat itu.

Lagian, kalau mau membandingkan masak nanggung gitu. Kenapa cuma Sandiaga Uno yang kalian tampilkan? Apakah karena dia satu-satunya tokoh kampret yang bisa kalian banggakan? kenapa nggak sekalian Owner PT. Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) yang memiliki konsesi TOL terpanjang di Indonesia? Perusahaan yang sahamnya 95% milik Singapura, padahal mereka membangun puluhan kali lipat banyaknya dari konsesi milik Sandiaga Uno.

Tingkah kalian persis kayak anak TK yang lagi berantem karena kalah main gundu. Anak pertama ngomong: “Baru menang segitu dah bangga loe, biar loe tau bapakku punya toko kelereng paling gede di sini.” Si anak ke dua nggak mau kalah: “Baru juga punya toko kelereng, loe tau kagak engkong gua yang punya pabrik kelerengnya? Ape.. loe.. ape.. loe..!!!”







Leave a Reply