JEBTA B. SITEPU. SUMENEP – Satu hari menjelang Lebaran, warga Kabupaten Sumenep (Jawa Timur) dikejutkan oleh gempa bumi berkekuatan 4,8 SR [Rabu 13/06: sekira pukul 20.06 WIB]. BMKG melaporkan Episenter gempa di darat sekitar 6 km arah Timur Laut Sumenep dengan kedalaman 12 km.

“Gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa bumi ini merupakan jenis intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas patahan lokal,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB (Sutopo Purwo Nugroho) kepada Sora Sirulo.

Sutopo lebih lanjut mengatakan, gempa berlangsung dengan kuat selama 5 detik.




“Gempa dirasakan kuat selama 5 detik. Warga berhamburan panik ke luar rumah dan bangunan. Pada saat bersamaan juga sedang berlangsung sholat tarawih. Guncangan gempa dirasakan naik turun disertai dengan bangunan yang rusak,” sambung Sutopo.

Guncangan keras ini dirasakan masyarakat di Kecamatan Batu Putih, meliputi Desa Bulaan, Desa Batu Putih Laok, Desa Bantelan, Desa Sergeng, dan di Kecamatan Dasuk di Desa Dasuk Timur.

Data sementara yang berhasil dihimpun oleh BPBD setempat adalah 6 orang luka ringan, 25 unit rumah rusak berat, 52 unit rumah rusak ringan, 2 unit masjid rusak berat, 1 unit masjid rusak ringan, 1 unit madrasah rusak berat dan 1 unit ponpes rusak ringan.

“Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah. BPBD Kabupaten Sumenep bersama aparat dari Kodim 0827 Sumenep, Polri, Basarnas, PMI, relawan dan SKPD masih melakukan pendataan dan penanganan darurat. Pendataan jumlah kerugian materiil akibat gempa masih dilakukan. Petugas bersama masyarakat membersihkan puing-puing bangunan yang roboh. Bantuan disalurkan kepada masyarakat yang menjadi korban gempa,” terang Sutopo lebih lanjut.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.