China Literature Gelar ‘Overseas Online Literature Dissemination Summit’

Membahas Penyebaran Karya Sastra Daring

0
363

ADINDA DINDA. SINGAPURA — China Literature menggelar acara Overseas Online Literature Dissemination Summit Conference and Online Literature Global Dissemination Symposium pada 8 Juni 2018 untuk mengulas penyebaran karya sastra daring (online literature) di seluruh dunia. Acara itu berlangsung di Singapura. Banyak penulis, redaktur, penerjemah ternama dari China Literature, serta para pembaca di Asia Tenggara, ikut serta dalam acara tersebut. Lewat acara itu, para penggemar internasional berkesempatan menemui para penulis dan penerjemah secara langsung.

Acara tersebut juga membuat para penulis dan penerjemah memiliki wadah pertukaran ide yang berharga.




Saat ini, karya daring Tiongkok secara wajar mewakili penyebaran kebudayaan Tiongkok ke luar negeri. Sejak peluncuran Webnovel dari China Literature, platform tersebut telah menembus angka 10 juta pengunjung. Para pembaca internasional menikmati karya-karya seperti ‘The King’s Avatar,’ ‘Release That Witch,’ dan ‘Library of Heaven’s Path.’ Karya ‘Library of Heaven’s Path’ dari Heng Sao, contohnya, hanya beberapa bulan setelah diluncurkan, dibaca lebih dari 50 juta kali.

Karya tersebut juga telah ditambahkan ke dalam koleksi bacaan oleh 200.000 lebih pengguna dan jumlah komentar di satu bab telah menembus 1.000. Selain itu, beberapa buku seperti ‘I am Supreme’ dan ‘Seeking the Flying Sword Path’ secara bersamaan diluncurkan dalam bahasa Mandarin dan Inggris, serta menjadi contoh sukses dari karya sastra daring dari Tiongkok yang diterjemahkan secara tepat waktu.

Terlepas dari banyaknya pembaca Barat yang menyukai karya sastra daring Tiongkok, karya sastra tersebut juga mulai populer di Singapura, Malaysia dan negara-negara Asia Tenggara lain. Para pengguna asal Asia Tenggara selalu menjadi porsi pengguna platform Webnovel yang cukup besar. Lebih lagi, hampir seperempat penerjemah Webnovel berasal dari Singapura.

Ketika acara Overseas Online Literature Dissemination Summit Conference (Singapore) digelar di pagi hari, Senior Vice President & Pemimpin Redaksi, China Literature, Lin Tingfeng, serta Vice President & Wakil Pemimpin Redaksi, China Literature, Hou Qingchen, berbagi pandangan bersama para penerjemah, seperti perwakilan penerjemah di Singapura, CKtalonand Lordbluefire, dan seorang manajer dari tim penerjemah di Malaysia, EndlessFantasy Translations, Insignia. Ada tiga penulis, yakni Jing Wu Hen, Lord of the Common People serta Heng Sao Tian yang menjadi perwakilan dari 6,9 juta penulis di China Literature. Ketiganya berpidato, menyatakan keyakinan dan perkiraan mereka terhadap penyebaran karya sastra daring di luar negeri.

Sebagai penerjemah tenar dalam bidang karya sastra daring, CKtalon tengah bekerja sama dengan Webnovel. Dia menjadi pihak pertama yang berpidato dan menceritakan, tim penerjemah internasional yang dipimpinnya telah membuat glosarium yang berisi lebih dari 700 istilah tertentu. Di samping itu, “guna menyingkirkan hambatan dalam kegiatan membaca karena perbedaan budaya, penerjemahan mendatang akan menyasar kalangan pembaca dari beragam negara dan wilayah, serta melalui upaya melokalisasi dan adaptasi yang sewajarnya. Hal ini dilakukan agar para pembaca internasional memahami karya sastra daring asal Tiongkok dengan lebih baik lagi.”




Penerjemah independen lain di Singapura, untuk pertama kali, Lordbluefire secara langsung berkenalan dengan Jing Wu Hen, penulis dari karya yang diterjemahkannya, ‘Ancient Godly Monarch.’ Kedua pihak berbagi tentang pandangan pribadi seputar permasalahan menghasilkan karya sastra daring dan terjemahannya. Dalam pidato Jing Wu Hen, dia beranggapan bahwa popularitas karya sastra daring asal Tiongkok di dunia, menunjukkan potensi kebudayaan Tiongkok. Hal ini dapat menjadi era ketika para penulis sastra daring dapat berkarya dengan tepat. Lebih lagi, era tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan.

Para kreator sastra daring perlu mengkaji dan berpikir tentang alasan di balik kegemaran para pembaca internasional membaca web novel. Dengan demikian, ada lebih banyak karya lagi yagn ditulis. Dia juga menambahkan, “Meski saya sama-sekali tidak bisa membaca dalam bahasa Inggris, saya tetap ingin membaca karya saya dalam bahasa tersebut dengan seksama.” Lordbluefire juga berbagi tentang beberapa kesulitan dalam menerjemahkan dan menyebarkan berbagai kisah beraliran Eastern Fantasy. Jelas, sastra daring telah menjembatani penyebaran kebudayaan yang dapat menumbuhkan pertukaran Tiongkok-Barat.

Penulis Heng Sao Tian Ya memakai hierarki kebutuhan Maslow untuk menggambarkan popularitas sastra daring asal Tiongkok di seluruh dunia. Selain bisa memulihkan stres dan menenangkan tubuh serta pikiran, sastra daring dapat memuaskan kebutuhan nyata seseorang. Penulis Lord of the Common People mengulas pandangannya tentang penyebaran sastra daring di dunia dari aspek kewilayahan. Dia mengungkapkan, sastra daring menjadi jendela baru bagi generasi muda untuk memahami Tiongkok. Karya tersebut juga menjadi media baru bagi kebudayaan Tiongkok untuk melampaui batas-batas wilayahnya. Ketimbang beberapa kalimat dalam artikel berita, sastra daring membantu para pembaca internasional agar sepenuhnya memahami kebudayaan Tiongkok secara lebih nyata dan hidup.

Pada siang hari dalam sesi wawancara dengan media di Singapura, Sow Lei Wei dari Mediacorp Singapura mewawancarai ketiga penulis Jing Wu Hen, Lord of the Common People dan Heng Sao Tian Ya. Dia mengutarakan banyak pertanyaan menarik, misalnya, apakah penulis mau mengubah karyanya sesuai keinginan para pembaca. Para penulis tersebut mengatakan, hal itu bergantung pada keadaan. Mereka akan memakai usulan dari para pembaca jika memang dinilai baik.

Meski demikian, mereka perlu mempertimbangkannya dengan bijaksana, terutama jika usulan tersebut berasal dari keinginan pribadi atau berdampak terhadap alur cerita yang sebelumnya telah ditetapkan. Sow Lei Wei juga menyinggung pendapatan besar yang diraih para penulis. Heng Sao Tian Ya sejatinya harus didorong oleh minat, bukan ketenaran dan kekayaan. Jika alasan di balik penulisan bukanlah minat, rasanya mustahil meraih kesuksesan dalam karier sebagai penulis.




Setelah wawancara berakhir, Sow Lei Wei juga berbincang dengan para penulis tentang kehidupan mereka di Tiongkok, dan para penulis pun menceritakan kondisi hidup mereka masing-masing.

Segmen akhir dari acara tersebut adalah pertemuan dengan para penggemar internasional. Para penggemar datang dari seluruh usia, beberapa di antaranya adalah mahasiswa, pegawai perusahaan obat-obatan, analis dan lain-lain. Rentang usia berkisar 18 tahun hingga sekitar 40 tahun. Para pembaca pria menyukai buku-buku seperti ‘The King’s Avatar,’ ‘Night Ranger,’ ‘Monster Paradise,’ ‘Almighty Coach,’ dan lain-lain. Fed, mahasiswa di Singapore Polytechnic, mengatakan dia bukan hanya penggemar sejati sastra daring, namun dia juga penulis di Webnovel. Dia sedang menulis buku berjudul ‘Life Merchant.’

Para pembaca perempuan menyebutkan kegemaran mereka pada karya ‘Gourmet Food Supplier,’ ‘A Valiant Life,’ ‘Crossing to the Future, it’s Not Easy to Be a Man,’ serta ‘Full Marks Hidden Marriage: Pick Up a Son, Get a Free Husband.’ Untuk karya ‘Library of Heaven’s Path,’ ternyata disukai baik dari kalangan pembaca pria dan wanita di seluruh dunia. Analis berusia 28 tahun, Lee, berkata kepada para penerjemah bahwa ia sangat menyukai ‘Castle of Black Iron’. Kisahnya memikat dan ia sangat menggemari struktur alur ceritanya. Tokoh utamanya, dulu merupakan pecundang, hingga menjadi prajurit dan pelan-pelan bertambah kuat dan terkenal. Alur cerita yang demikian sangat disukai Lee.

Acara ini, kelanjutan dari penyebaran karya sastra asal Tiongkok di seluruh dunia, telah berjalan sukses. Pada awal 2005, Qidian.com telah menyebar di tiap penjuru dunia sebagai perwakilan dari karya sastra daring asal Tiongkok. Banyak novel China Literature yang telah diterbitkan secara resmi baik dalam bentuk digital dan buku fisik di Asia Tenggara, Amerika Serikat, Inggris Raya, Perancis, Turki dan banyak negara Eropa lain. Karya-karya itu meliputi 7 bahasan dan ada lebih dari 300 karya yang telah diterbitkan secara resmi. Lebih lagi, pengakuan atas sastra daring asal Tiongkok di pasar dunia tetap berkembang. Hal ini juga mendorong percepatan penyebaran sastra daring asal Tiongkok.




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.