Sekularisme itu artinya memisahkan secara tegas mana wilayah agama (private) dan mana wilayah negara (public). Keliru jika ada pemahaman bahwa sekularisme sama dengan komunis atau atheistme yang semangatnya ingin menghapus agama.

Semua anggapan itu adalah salah alamat.

Sikap saya pribadi terhadap agama jelas. Agama adalah bagian dari hak asasi manusia yang perlu dirawat dan dijaga oleh negara secara adil dan proporsional. Cuman saja, memang akan banyak salah paham jika membicarakan agama tapi perspectifnya bukan dalam rangka membangun pemahaman, melainkan memelihara sentimen.

Untuk itu, saya sepakat jika diskusi-diskusi agama perlu dibuat lebih rileks. Jika tidak rileks saat membicarakan agama, maka hasilnya akan salto di kedua belah pihak.

Sekularisme mengakomodasi semua kepercayaan dalam bentuk apapun, asalkan tidak menabrak kontrak sosial.

#Itusaja!







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.