Kolom Seriulina Karo Sekali: MAKAN BURASAK DI SAAT LEBARAN

0
627

Lebaran sudah tiba lagi. Bersyukur lebaran 1439H (2018) ini masih bisa bersilaturahmi ke teman-teman yang merayakannya. Silaturahmi ini sebenarnya sudah biasa buat saya karena dari kecil sampai sekarang juga sudah terbiasa merayakan Lebaran.

Hampir setengah saudara kandung bapak saya beragama Islam dan merayakan Lebaran.




Dalam Lebaran kali ini di Batam, ada yang baru yang belum pernah saya temui; yaitu makanan khas suku Bugis. Ini kali ke tiga saya silaturahmi ke rumah teman saya ini, tapi baru kali ini mereka menghidangkan masakan ini. Katanya ibunya lagi tidak malas masak masakan ini.

Saya masih ingat, tahun-tahun sebelumnya kita hanya disuguhi soto dan aneka kue serta minuman. Tapi, kali ini, kita disuguhi makanan yang katanya khas Bugis. Namanya Burasak.

Burasak terbuat dari beras, dimasak dengan santan dan dimasak seperti cara masak lontong. Rasanya gurih dan lembut ketika digigit. Sepertinya ini akan jadi salah satu makanan favorit saya di saat Lebaran.

Selain Burasak, kita juga disuguhi lemang. Tapi, yang uniknya, lemang ini dimakan dengan tape ketan. Ya, unik menurut saya, karena yang pernah saya tahu, lemang dimakan dengan kuah gula merah yang dimasak dengan santan, selai durian, ataupun bisa juga dengan hanya gula pasir.

Bagi sebagian besar orang di Indonesia, lemang bukan makanan yang asing lagi. Begitu juga bagi Suku Karo, terutama Karo Jahe (Deli Serdang). Bahkan dalam prosesi adat Mbaba Belo Selambar, biasanya lemang ini wajib ada untuk dimakan dengan lauk pauk.

Makanya kalau lemang (rires, nakan Buluh: Karo) sudah tidak asing lagi bagi saya. Tapi disantap berpasangan dengan tape? Baru kali ini saya tahu. Semoga tahun mendatang, saya masih bisa bersilaturahmi saat Lebaran dan makan burasak juga lemang dengan tape ketan.

SELAMAT LEBARAN, buat yang merayakannya.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.