Sejak semalam Time line tiada henti berbicara SP3 HRS. Semua menyampaikan uneg-unegnya. Ada yang mau Golput, ada yang apatis, ada yang tetep mendukung Jokowi, dan bahkan saking esmosinya, Heng Fon atu-atunya hampir saja dilindaskan Boing 212 . Remuk biar remuk, dah. Masa begitu entengnya ngasih SP3 buat sang Imam besar Anunya.

Bahkan seorang Denny Siregar musti berpikir sangat keras. Saking khawatirnya cebong akan Golput, akan tidak milih Jokowi lagi. Beliau musti melakukan ritual minum kopi dengan cara tidak diseruput. Lalu dengan cara apa? Apakah pakai pipet? Atau langsung dari ceretnya?




Tapi, sejujurnya, dari hati yang paling dalam, analisa serta uraian Si Denny masuk akal. Sangat realistis bahwa Gerindra tentu ketakutan jika HRS tidak bisa mengaum lagi buat Gerindra. Jika tidak bisa mengaum tentu akan Ahh uuhh.. aahh uuhh.. semoga sih gak pakai “yess oohh noo.. hallaahh…”

Namun, yang keren adalah statement dari Bapak Ramadhan Syukur. Beliau menganalogikan sebagai simpatisan Messi. Masak gara-gara Messy gagal saat pinalti lalu berubah benci? Yang penting hingga saat ini Jokowi masih jujur dan yang terbaik. Mantaaf suranntaaff..




Ada yang mengatakan, hanya cebong idiot yang mendukung Jokowi setelah mengeluarkan SP3. Padahal, beliau tadinya seorang cebong militan. Yang agak menyengat adalah statement dari Bpk Muhammad Zazuli. Beliau mengatakan: “Saya tidak mau lagi jadi cebong garis keraaass, jadi cebong lunak saja.” (kayak bubur kaleee)

“Lha Sampeyan gimana, Mas?”

“Belum mikirrrr, saudara-saudara.”

1 COMMENT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.