Cebong beberapa hari ini memerankan perannya masing-masing. Ada yang merajuk, ada yang tiba-tiba menjadi ahli hukum sambil membuat analisis yang ujungnya menyesalkan SP3. Ada pula yang harus berperan memberi pencerahan, ada yang tetep ngeyel bahwa Jokowi telah membuat kesalahan fatal. Namun, ada yang wait and see sambil ha ha hi hi.

Itulah cebong. Ini yang membuat saya kepencut dengan dunia cebong.




Bayangkan saja, latar belakang cebong itu macam-macam. Ada yang mengaku sudah muuhtarr. Ehh, murtad, ding. Ada yang suka menulis Tuhan namun T-nya huruf kecil. Ada yang tetap berpegang teguh dengan agamanya masing-masing. Ada yang pakai PP gamis. Ada yang pakai PP mendosol.

Namun, apakah mereka suka eyel-eyelan tentang agama? Gak pernah. Apakah mereka suka saling melotot karena soal Tuhan? No way.

Selama ini, ada diantara cebong yang mendeklarasikan: Gue cebong garis keras, gue cebong konsisten, gue cebong berani hidup, gue cebong loyalis sejati, dan lain-lain. Namun, setelah adanya SP3, tiba-tiba semua cebong kok jadi lucu, ya? Jangan-jangan butuh diproklamirkan: Cebong garis lucu.

Wooaallaah, gara-gara SP3, beberapa hari ini para cebong terasa makin lucuuu.

Dan, saya suka. Sumpah!




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.