SBY meradang karena Pemprov Jabar memeriksa rumah dinas eks Gubernur Jabar yang sekarang jadi Calon Gubernur dari Partai Demokrat (Dedi Mizwar). Pak Mantan mencurigai akan ada kecurangan Pilkada. Mr Galau mengatakan: “Ada indikasi ketidaknetralan mulai dari Pemprov, TNI-Poliri sampai ke BIN di Pilgub Jabar.”

SBY ngak mau kasus Pilgub DKI terulang kembali.

“Dulu di Jakarta anak saya yang jadi korban dicurangi secara sistematis. Wakilnya Bu Murni beberapa kali dipanggil polisi. Saya dilaporkan oleh Antasari dan kecurangan itu sepertinya akan diulang di Pilgub Jabar,” ujar SBY.




Padahal begini ceritanya. Rumah dinas dan kendaraan dinas eks Wakil Gubernur sudah diserahterimakan kepada Pemprov Jabar sejak Februari kemarin. Kenapa diserahterimakan? Berdasarkan UU semua calon gubernur yang masih menjabat dan ingin mencalonkan diri kembali harus cuti sementara waktu. Semua aset negara yang selama ini digunakan harus dikembalikan kepada pemerintah.

Kenapa aset negara harus dicek lagi? Karena PLT Gubernur yang baru harus tahu inventaris apa saja yang ada di rumah tersebut karena, setelah PLT tidak menjabat lagi, semua barang-barang milik negara yang dia pakai harus dikembalikan utuh seperti dahulu waktu dia masuk.

Jadi, untuk Pak Mantan, please lah, nggak usah pakai lagi strategi dizolimi. Udah nggak laku, Pak. Rakyat sekarang dah pinter-pinter. Rakyat malah curiga ada apa dengan rumah eks wagub kok nggak boleh diperiksa. Jangan-jangan ada panci, wajan atau baskom yang hilang lagi kayak kasus mantan menteri bapak Roy Sukro yang nilep barang-barang dapur di rumah dinasnya.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.