Agama, dan segala macam model Tuhan tidak punya HAK dalam wilayah Negara yang dibentuk dari manusia, oleh manusia dan untuk manusia.

Inilah mengapa manusia harus melewati proses panjang dan berdarah-darah dalam menjelaskan dan terus mencoba menempatkan elemen “agama” dan “Tuhan” sebagai sesuatu yang “Holy Private” sementara Negara bekerja pada wilayah “Holy Public”. Hanya dengan itu “Holy Peace” akan tercipta dalam peradaban manusia.

Jadi, tidak perlu resah ketika Negara mencoba dengan sangat hati-hati menempatkan elemen “Holy” tersebut. Jika salah tempat, yang terjadi adalah kekacauaan, berikut turunannya yang menyebalkan.

#Itusaja!







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.