IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Kerap menimbulkan bau busuk dan mencemari lingkungan, ratusan warga Desa Aji Baho (Kecamatan Biru-biru) memprotes keberadaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Kencana Permata Nusantara (KPN) [Senin 2/7: sekira 11.00 wib].

Dari pantauan SORA SIRULO di lapangan, sekira 10.30 wib, tampak sejumlah warga mulai berkumpul di sekitar depan pabrik untuk melakukan aksi protes. Namun, karena warga belum memiliki ijin untuk melakukan demonstrasi, mereka akhirnya memilih menyampaikan aspirasinya kepada Pemerintahan Desa Ajibaho.




Di dalam aula kantor desa, warga langsung disambut Kepala Desa Aji Baho (Masa Perangin-angin), Sekdes (Linggar) dan Bhabinkamtibmas (Aiptu Naik Sitepu). Di hadapan pemerintah desa, warga yang diperkirakan berjumlah sekira 100 orang mengaku sudah cukup lama muak atas keberadaan pabrik kelapa sawit di desa mereka itu.

“Limbah pabrik kerap mengeluarkan bau tak sedap. Belum lagi polusi udara yang ditimbulkan. Kami juga merasa resah karena limbah pabrik dibuang ke sungai. Sehingga kami tidak bisa lagi memanfaatkan air sungai sebagai irigasi untuk mengairi sawah dan kolam ikan,” ujar warga serempak.

Bukan hanya itu, warga juga merasa kurang nyaman karena selama berdirinya pabrik tersebut, warga tidak mendapatkan kompensasi apapun dari perusahaan.

“Yang lebih parahnya lagi, karyawan pabrik banyak didatangkan dari luar dan tidak memproritaskan warga setempat,” beber warga.

Mendapat keluhan warga, Kepala Desa Aji Baho (Masa Pranginangin) berjanji akan menampung seluruh aspirasi masyarakat.




“Kita sudah pernah menyampaikan kepada perusahaan seperti memberi bantuan kepada warga yang meninggal dunia, tapi belum terealisasi,” sebutnya.

Dari hasil kesepakatan bersama, warga Desa Aji Baho yang terdiri dari 8 Dusun, berencana akan menggelar demo besar-besaran dalam waktu dekat di lokasi perusahaan setelah mendapat surat ijin dari Polres Deliserdang.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.