Kolom Boen Syafi’i: SI SARUNGEPET YANG KELUAR DARI BOTOLNYA.

0
784

“Kamu jangan mau dibayar pemerintah,” pekik seorang gadis “syantik” jaman pra sejarah pitecantropus, bernama Ratna Sarungepet. Si syantik yang tiba-tiba muncul laksana Jin Baghdad itu mengganggu pertemuan Pak LBP dengan pihak keluarga korban insiden Danau Toba.

Emosi dari Pak Luhut Binsar Pandjaitan sebenarnya sempat naik karena gangguan dari Jin Baghdad tersebut. Tetapi akhirnya siluman tersebut berhasil diusir keluar oleh para keluarga korban beserta aparat keamanan.

Sebenarnya untuk tujuan apa Si Sarungepet ini jauh-jauh pergi ke Danau Toba segala? Keluarga korban pun bukan. Korban juga bukan, apalagi anggota makhluk gaib penghuni Danau Toba pun juga kagak. Mungkin Jin Folker. Saudaranya bisa menjawab tentang hal ini?




Si Sarungepet kemungkinan tahu korban yang tenggelam di dasar Danau Toba tersebut mustahil untuk diangkat ke permukaan. Karena korban berada di kedalaman 420 m dengan suhu 0°C. Jangankan 420 m, 70 m saja para penyelam langsung tidak balik ke dunia. Tetapi, demi ambisi politik yang bertujuan menjelekan kinerja pemerintah, Si Srungepet berlagak blo’on dengan kenyataan yang ada.

Woalah mbakyu syantik Ratna Sarungepet kok tega-teganya, mempolitisir keluarga korban yang masih berkabung ini toh?

Menjadi kritis itu sah-sah saja, tetapi harus bisa memberi solusinya juga dong. Bukan malah berkoar-koar, tetapi nihil solusi? Kalau itu sih namanya bukan kritis tetapi sipilis.

Ahsudalah, sak karep-karepmu lah, vret. Mungkin kalau saya yang mendengar pekikan suara Si Sarungepet, tentang “jangan mau dibayar oleh pemerintah”, maka saya pun akan menjawab: “Kalau bukan pemerintah terus siapa? Si Wowo? Tunggakan gaji karyawanya saja belum beres, eh sok-sokan membayari kami.”




Dan akan saya panggilkan Ki Joko Pintar (saudaranya Ki Joko Bodo) untuk mengembalikan Si Ratna Sarungepet ke: “Botol yang sekaligus sebagai rumahnya.”

Salam Jemblem

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.