Kalian tahu berapa harga Pertamax tahun 2013? Rp. 10.200/ Liter, Bung. Apakah ada hiruk pikuk tagar ganti Presiden? Gak ada. Ketika sekitar tahun yang sama harga cabe menyentuh Rp. 100 ribu/ Kg, apakah ada ribut-ribut tagar ganti presiden? Juga tidak ada.

Ketika perekonomian Indonesia melemah dengan melemahnya Rupiah serta investor selalu wait and see, apakah ada yang sibuk demo dengan tagar ganti presiden? Sepi, sepi atuhh.




Ketika Sumatera dan Kalimantan gelap gulita, asap tebal karena pembakaran lahan dan hutan, banyak masyarakat yang terserang sesak napas. Bahkan diberitakan ada Balita yang tewas. Apakah juga ada tagar ganti presiden? Juga tidak ada.

Kenapa?

PKS masih ikut bersarang di kekuasaan. Masih menikmati empuknya dan nikmatnya kekuasaan sambil bercengkrama dengan HTI agar orang-orang HTI bisa leluasa masuk di semua institusi lembaga pemerintahan.

Juga Freeport masih belum diusik. Masih menikmati 99% emas Papua. Indonesia hanya dapat bagian 1%. Opo tumon harta milik kita lalu cuman dapat 1%? Aneh, kan? Pemerintah saat itu pura-pura tidak tahu. Bahasa Jawanya picek.

Juga, Cendana dengan Petralnya masih berenang dollar hanya bermodalkan air ludah. Empuk tenan ngibuli rakyat Indonesia, kata Rizal Khalid.

Lalu, ketika seorang lelaki kerempeng yang bernyali singa yang bernama Jokowi, menghancurleburkan singgasana mereka, siapa yang tidak geram? Siapa yang tidak marah?

Dan, cara gampang untuk memprovokasi orang-orang yang bongak (bodoh) dengan mengadopsi cara Jepang menjajah Indonesia. Apa itu? Dengan propaganda. Propaganda agama, PKI, Isu Sara dan lain sebagainya sambil memberi UPETI Ormas radikal agar selalu membuat rusuh. Tujuannya hanya untuk membuat stigma bahwa pemerintahan Jokowi tidak kondusif.

Ketika Kampret belum lahir dan diciptakan, siapa yang jadi bidannya? Para maling dan kelompok yang ingin merongrong Pancasila!




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.