Kolom M.U. Ginting: PKS BERTEMU 14 DUBES UE 26/6

Apakah Dubes-dubes ini mau mengajak Indonesia masuk UE?

1
660

Ini pertemuan menarik, karena PKS hanya satu partai kecil di Indonesia, tetapi partai oposisi terhadap pemerintahan Jokowi. PKS partai Islam yang ‘menarik’ bagi UE. Artinya, bagi neolib internasional tujuan NWO. Ingat bahwa UE adalah proyek besar NWO di Eropah.

Apakah PKS atau ada diantara fungsionarisnya yang sadar ikut mau mendirikan NWO?




“World events do not occur by accident. They are made to happen, whether it is to do with national issues or are staged and managed by those who hold the purse string,” Denis Healey, former British Secretary of Defence and Chancellor of the Exchequer.

Denis Healey adalah seorang pemimpin dan pendiri Bilderberg grup (organisasi pengusaha kaya neolib internasional). Kata-kata Healey ini sesuai juga dengan apa yang pernah dikatakan oleh Roosevelt bahwa dalam politik memang tidak ada yang terjadi secara kebetulan, semua direncanakan sedemikian rupa.




“In politics, nothing happens by accident. If it happens, you can bet it was planned that way,”-Franklin D. Roosevelt.

Dalam pertemuan PKS dengan Para Dubes UE, siapa yang merencanakan dan untuk apa?

Secara kasar tujuan rencana politik ‘jitu’ UE ini ialah satu waktu mudah-mudahan partai ini bisa digunakan menjalankan cita-cita divide and conquer mereka, membuat pecah belah yang mantap seperti pecah belah ISIS di Irak/ Syria. Rencana sebaliknya para Dubes ini supaya menyatukan kekuatan nasional Indonesia di bawah presiden nasionalis Jokowi, tentu tidak masuk akal!

Mengapa Dubes-dubes ini tidak menemui partai oposisi lainnya, Gerindra misalnya?Tentu juga ada sebabnya. Atau mengapa tidak menemui PDIP?

Bangsa Indonesia tentu tidak menginginkan ada partai yang bisa dimanfaatkan oleh orang luar untuk memecah belah negaranya. Kalau kita mengikuti situasi perubahan politik internasional, terutama yang ada kaitannya dengan politik neolib deep state, tujuan NWO setelah Trump masuk Gedung Putih, sudah terlihat KEGONCANGAN dikalangan NWO. Bahkan Rothschild sudah mengatakan kalau NWO ‘collapsing’.




Mereka sudah melihat ‘kestabilan’ hampir 200 tahun itu mulai goyah. Sebab utamanya ialah adanya internet mengalahkan media monopoli NWO, menelanjangi semua rahasia yang tertutup rapat hampir 2 abad itu.

Rahasia ketat bertahan terutama dalam 2 soal; yaitu brain washing dan mind control. Ini semua ‘piece by piece is being shattered‘, kata Jon Rappoport. Dan ini berjalan terus semakin cepat, dibantu (sengaja atau tidak) dengan berkuasanya Trump di Gedung Putih sebagai penentang globalisme, penentang the establishment, penentang PC (Political Correctness).

Situasi penelanjangan ini berjalan terus setiap hari, semakin cepat, sehingga terlihat deep state NWO ini semakin kalap dan melakukan apa saya yang mereka bisa dan masih bisa. Ini juga terlihat dengan memanfaatkan pengaruh buruk di lapangan musik, Hollywood, dan memanfaatkan Dubes-dubes UE jualan rontaannya itu ke Indonesia lewat PKS.

Apakah Dubes-dubes ini mau mengajak Indonesia masuk UE? Atau mau berdagang ‘daging sapi’ dengan PKS karena PKS punya pengalaman dalam soal ini? Pasti bukan itu rencana Bapak-bapak dubes yang terhormat ini. Kemungkinan besar mereka punya agenda lain yang belum kita ketahui.




1 COMMENT

  1. Ada 14 dubes UE bikin ‘pembicaraan penting’ dengan PKS (26/6), partai oposisi kecil Indonesia. Kejadian ini janggal dan karena itu ‘luar biasa’ juga. Mau bikin apa? Ngajak PKS menyelamatkan UE? Wow . . . terlalu tinggi lamunannya. Lantas untuk apa? Kita bisa terka-terka saja dengan dasar EU adalah proyek besar neolib/deep state di Eropah. Pada krisis summit yang baru saja selesai, krisis karena politik ‘refugee’nya, dimana semua pada bertentangan terutama ex Eropah Timur, tidak ada kesepakatan yang bisa disetujui bersama.

    Neolib/Penggagas UE sepertinya sangat mengharapkan Angela Merkel sebagai ‘penyelamat’ yang masih bisa mempertahankan UE. Tetapi bisakah?
    Begitu habis summit itu, partai ‘saudaranya’ Merkel (CSU) bikin ancaman keluar dari koalisinya kalau tidak mengikuti kehendak mereka menyetop ‘refugee’ di perbatasan Jerman.

    Nigel Farge si Brexit, baru saja menyatakan akan kembali ke politik nyata karena PM Inggris tidak serius menangani keluarnya Inggris dari UE katanya. Farage juga meramalkan bahwa Merkel akan turun panggung segera. Bukan lagi soal mengapa, tetapi kapan, katanya.

    Melihat situasi ‘diujung tanduk’ ini, kedatangan dubes-dubes UE tentu diharapkan bisa mujarab juga bisa dipakai demi keselamatan UE? Ini jelas rontaan sekarat. Mengharapkan politik divide and conquer neolib NWO satu waktu bisa dilaksanakan di Indonesia dengan bantuan islamis PKS? Seperti ISIS di Syria dan Irak? Masih tanda tanya!

    Publik Indonesia sudah banyak belajar soal divide and conquer internasional ini. Sudah jauh lebih pandai bikin penilaian politik dan taktik pecah belah internasional ini. Sekarang bukan hanya dubes-dubes UE itu saja yang bisa belajar soal divide and conquer, tetapi juga publik negeri ini sudah bisa belajar banyak soal taktik dan strategi divide and conquer neolib internasional itu.

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.