Tentu butuh pergulatan batin yang teramat panjang dan berliku ketika seorang Pak Mahfud dan kemarin TGB harus berani bersikap dan menyatakan bahwa seorang Jokowi adalah benar-benar bekerja serius serta mengemban amanah menjadi seorang kepala di negeri ini.

Ada kutipan menarik yang diceritakan oleh TGB ketika pertama kali jumpa: “Pak, saya adalah Ketua Pemenangan Kubu Prabowo dalam Pilpres 2014.”

Apa jawaban dari seorang Jokowi?: “Sudahlah, lupakan.”




Sebuah jawaban sederhana. Sepertinya jawaban sepele, namun menunjukkan bahwa seorang Jokowi telah menunjukkan nilai kemanusiaan yang luar biasa, yang membuktikan beliau mempunyai nilai religius mumpuni sehingga menjadi keyakinan dalam diri beliau bahwa bangsa ini harus menatap ke depan. Harus melupakan pertikaian hanya karena berbeda pilihan.

Ada hal yang patut diamati. Ketika awal mula Jokowi memimpin negeri ini, pihak oposisi yang diperkuat oleh banyak partai namun akhirnya “bertekuk lutut”. Jokowi telah menunjukkan kelasnya sebagai pribadi yang kokoh, tangguh namun luwes serta bijaksana.

Ada filosofi jawa yang sepertinya telah mendarah daging dalam sikap dan perilaku beliau sehingga Rakyat Solo dengan suka rela memberi kemenangan mutlak hingga 90an persen mempercayakan kembali untuk menjadi Walikota. Apa itu filosofi Jawa?

SURO DIRO JAYANINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI .

Segala sifat keras hati, angkara murka dan marah akan bisa dikalahkan oleh kelembutan, sabar, cinta kasih dan bijaksana.

Jika Pak Mahfud, lalu ada ustads Ali Mochtar Ngabalin, dan yang terakhir TGB, akhirnya berani ke lain hati serta berpaling dari habitatnya, tentu bukanlah karena mencla mencle. Bisa diyakini, beliau beliau yang tersebut di atas mendukung seorang Jokowi untuk #DuaPeriode karena mereka cukup bijak menyikapi keadaan dan mengedepankan Bangsa dan Negara bahwa Jokowi telah membawa Indonesia ini ke arah yang lebih baik.




“Suatu transformasi tidak cukup hanya 5 tahun. Ketika periodisasi maksimal 10 tahun, saya rasa sangat fair jika Pak Jokowi kita beri kesempatan.”

Akankah ada sesuatu di balik ucapan seorang TGB? Rasanya beliau yang konon luarbiasa cerdas tidak akan menggadaikan harga diri serta martabatnya hanya untuk sebuah syahwat.

Nglurug tanpo bolo, menang tanpo ngasorake ~ dan seorang Jokowi telah memberi keteladanan berperilaku pada bangsa ini dalam hal apa saja; bahwa kesabaran, kelembutan serta bijaksana akan berbuah manis dalam mengarungi kehidupan bahkan termasuk memimpin negara.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.