Demokrasi konon asalnya dari Yunani. Yunani sudah berdemokrasi jauh sebelum Masehi. Dalam perkembangannya Demokrasi akan berkolaborasi dengan kebiasaan, adat istiadat dan kearifan lokal di suatu negara. Dengan berdemokrasi, rakyat diberi kebebasan dan ruang untuk berbicara, untuk menyampaikan aspirasi kepada penguasa yang terpilih. Di situlah sebagai implementasi bahwa Demokrasi itu orientasinya dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Pasca Pemilu 2014, setelah Jokowi terpilih, apa yang terjadi dalam proses berdemokrasi di Indonesia?




Bahwa kenyataannya hanya PKS dan Gerindra yang sepertinya tidak legowo. Mereka tidak rela dengan kepempimpinan seorang Jokowi. Mereka selalu membuat dan memancing situasi sehingga apa saja menjadi komoditi politik, menjadi bahan untuk menyerang pemerintah.

Mulai isu PKI, isu Jokowi dianggap tidak pro Islam, isu kriminalisasi ulama, isu Rohingya, isu Palestina, dan isu Hutang. Bahkan, ketika Jokowi bercanda dengan Sang Kodok di Istana Bogor, para pengasong agama tersebut geger bukan main.




Yang membuat miris adalah isu tentang Tenaga Kerja Asing. Mereka telah benar-benar memprovokasi masyarakat secara mendasar tentang hajat hidup orang banyak dalam mencari kerja. Ini telah membuat banyak korban sehingga diantara mereka ditangkap Polisi karena Hate Spech.

PKS yang katanya partai berbasis Islam, yang katanya mengedepankan nilai Akhlakul Nurkarim, apakah sudah mengimplementasikan secara nyata?

Yang ada, jika ada kandidat yang diusung PKS, kandidat tersebut akan dikatakan sebagai mewakil Islam, mewakili umat. Namun, jika menjadi musuh, PKS seringkali tidak konsisten, kandidat tersebut dianggap tidak representatif dengan umat. Bahkan Jokowi mengalami nasib buruk dengan diisukan PKI. Padahal sewaktu Pilkada Solo Jokowi dipuja dan dipuji oleh mereka. Mencla mencle, bukan?

Demikian pula dengan Gerindra. Dedengkot Gerindra seperti Fadli Zonk seakan mempunyai energi lebih untuk selalu menyerang Jokowi dalam setiap kesempatan. Paling anyar adalah menganggap TGP tidak punya Iman hanya karena TGP tiba-tiba mendukung Jokowi.

Yang Perlu diketahui adalah, ketika negara-negara yang dianggap kafir, negara yang konon dianggap orang/negaranya akan masuk neraka seperti halnya Jepang, Korea Selatan, negara-negara Eropa dan Amerika berdemokrasi secara beretika, konstruktif, edukatif serta mengkritik dalam bingkai proporsional, Indonesia dengan berpancasila, yang berprikemanusiaan adil dan beradab, berketuhanan pula, kenapa justru jauh dari nilai-nilai kemanusiaan? Apakah PKS dan Gerindra yang mengaku beragama ternyata lebih bobrok soal moral dari masyarakat yang dianggap kafir?

Bukti nyata adalah dalam Pilkada DKI dimana ayat dan mayat menjadi senjata pamungkas untuk mengalahkan seorang Ahok. Jadi, Demokrasi macam apa yang diusung oleh PKS dan Gerindra?

“Demokrasi Dengkule Mlocot, Mas,” tiba-tiba Mbak Ngatemi nyeletuk.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.