Ketika PBB merilis 10 negara dengan tingkat kebahagiaan, tentu akan terpikir, mereka adalah orang-orang yang mempunyai nilai agama dan tingkat reiiligius yang tinggi. Hapal dan nglotok kitab suci. Apakah demikian? Justru sebaliknya.

Negara yang dirilis tersebut adalah Norwegia, Denmark, Iceland, Swiss, Finlandia, Belanda, Canada, New Zaeland, Australia.

Beberapa fakta kenapa mereka bahagia antara lain:

1. Agama tidak menjadi prioritas. Lho kok, bisa? Kan agama adalah tuntunan, memberi petunjuk kehidupan? Itu kata orang-orang Indonesia yang kurang piknik.

Mereka sadar, bahwa agama tidak penting dibicarakan karena justru akan menimbulkan perselisihan. Karena memang agama membuktikan menyekat manusia menjadi berbeda-beda kelompok dan golongan. Jadi, jangan harap kita semua berbicara dengan mereka soal agama. Oleh mereka akan langsung ditinggal ngeloyor. Gak penting.




2. Tidak ada Kementrian Agama. Waduh, jika ini terjadi di Indonesia, tentu akan digrudug pagi siang sore dan malam. Akan ditafir-tafirkan. Gerombolan teriakan dengan menyebut nama Tuhan akan disertai dengan lemparan batu, kaca-kaca pecah berantakan.

3. Tidak ada tayangan Televisi soal agama. Tayangan Televisi di negara tersebut orientasinya entertaiment dan edukatif. Tidak ada yang seperti di Indonesia. Semua agamawan pada keminter. Pada iming iming surga. Pertanyaannya adalah, apakah mereka mengetahui soal surga dan neraka?

Jawabannya simple, bagaimana bisa masuk surga jika hidupmu tidak bahagia? Nikmati hidup dengan keselarasan, dengan nilai kemanusiaan. Bukan dengan amarah dan benci karena berbeda golongan dan keyakinan.

Yang terlalu dari PBB adalah, negara-negara dengan berbasis agama Islam, bahkan Indonesia dengan penduduk negara muslim terbesar malah diurutan ke 80an. Padahal digelontorkan duit APBN dengan urutan 3 besar, apa hasilnya?







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.