IMANUEL SITEPU. STM HILIR. Sudah 2 pekan terakhir, warga Desa Negara Beringin (Kecamatan STM Hilir, Deliserdang) resah sejak ribuan lalat menyerbu rumah mereka. Warga menuding wabah lingkungan ini berasal dari sejumlah peternakan ayam dan dampak dari adanya Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di desa itu.

Akibat hama lalat ini, warga mulai terserang wabah penyakit dengan gejala (simtom) mual-mual.




“Kami sampai mual-mual jika makan. Meski lalat susah dihindari, mereka tetap merubung makanan yang kami makan,” ujar Satria Barus dan J. Ginting (mengaku rumahnya tidak jauh dari lokasi salah satu peternakan ayam) kepada sejumlah wartawan kemarin [Rabu 11/7].

Menurut mereka, untuk menghindari serbuan lalat tidak masuk rumah, warga terpaksa menutup pintu dan jendela rapat-rapat. Selain itu, warga juga harus memberi jebakan lem, agar lalat tidak banyak tersebar.

“Meski demikian, masih saja lalat bertebaran. Karena dengan cara jebakan ini hanya sedikit saja mengurangi,” katanya.

Satria mengaku sudah melaporkannya ke pihak peternakan melalui Kepala Dusun. Namun, katanya, hingga kini belum ada tanggapan dari pihak peternakan.




“Hingga sekarang belum ada perhatian dari pihak peternakan,” pungkas Satria kesal.

Menurutnya, serangan lalat tahun ini lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya.

“Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, serbuan lalat saat ini paling parah. Karena itu, kami berharap pihak peternakan segera mengatasinya,” sambung Pendek Bukit, warga lainnya.

Menyikapi hal itu, Kepala Desa Negara Beringin (Timbul Tarigan) saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, keluhan sudah disampaikan kepada pihak perusahan peternak ayam dan Pabrik Kelapa Sawit PT LAB untuk mengatasi keluhan warga. Sementara itu, sejumlah wartawan hendak melakukan konfirmasi langsung di lokasi salah satu peternakan, seorang Satpam malah melarang awak media masuk.

“Mohon maaf tidak boleh masuk dan mengambil gambar,” ujar Satpam dengan singkat.







Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.