Bastanta

Baru-baru ini ada sebuah video yang viral yang menunjukkan seorang lelaki berkaos orange dengan tulisan di belakangnya “Polisi” sedang menginterograsi 3 orang. Dari beberapa sumber (yang memposting) video tersebut, beragam keterangan pengantarnya, juga tanggapan dari para komentator. Untuk itu, saya memutuskan tidak usah ikut-iutan.

Namun, yang menjadi perhatian saya adalah, tentu kita sepakat kalau tak sepantasnya seorang lelaki melakukan kekerasan secara fisik (bahka verbal juga harusnya tidak) kepada seorang perempuan.




Di dalam video itu, jelas lelaki yang kemudian diketahui identitasnya bernama M. Yususf yang adalah Angota Polisi berpangkat AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi) ini memarahi 3 orang yang duduk di lantai dan. Dia sempat melakukan tendangan dan pukulan (dengan menggunakan sandal) kepada salah seorang perempuan paruh baya.

Dalam etika masyarakat di Asia Tenggara, tak sepatutnya seorang lelaki melakukan kekerasan (fisik dan verbal) terhadap seorang perempuan. Apalagi, beliau adalah seorang aparat penegak hukum. Rasanya belum ada SOP demikian dalam memperlakukan warga, walau apapun itu motif yang melatarinya. Tentu kita akan sepakat kalau seorang pria membentak, menendang dan memukul perempuan, itu adalah tindakan seorang pengecut.

Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Di saat negara ini yang sedang berjuang untuk membangun image, baik pelaksana Pemerintahan maupun Aparat Penegak hukum dan Keamanan seharusnya mengayomi dan melayani, malah belakangan banyak sekali muncul kasus-kasus yang menunjukkan arogansi aparat. Sebagian besar dari kalangan Kepolisian, Anggota Legeslatif, dan Birokrat.

Janganlah sampai kita kembali ke masa-masa hukum bagi yang kuat dan hukuman hanya bagi yang lemah. Atau, hukum jalanan. Maka, apapun itu, bagi kasus pelanggaran hukum haruslah dibawa ke ranah hukum dengan SOP-nya. Tentunya tuan M. Yusuf, AKBP lebih memahaminya.







MEMUKUL WANITA ADALAH TINDAKAN SEORANG PENGECUTOleh: Bastanta Permana Sembiring Baru-baru ini ada sebuah video yang viral yang menunjukkan seorang lelaki berkaos orange dengan tulisan di belakangnya "Polisi" sedang mengintrograsi 3 orang. Dari beberapa sumber (yang memposting) video tersebut, beragam keterangan pengantarnya, juga tanggapan dari para komentator. Untuk itu, saya memutuskan tidak usah ikut-ikutan.Namun, yang menjadi perhatian saya adalah, tentu kita sepakat kalau tak sepantasnya seorang lelaki melakukan kekerasa secara fisik (bahka verbal juga harusnya tidak) kepada seorang perempuan.Di dalam video itu, jelas lelaki yang kemudian diketahui identitasnya bernama M. Yusuf yang adalah Angota Polisi berpangkat AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi) ini memarahi tiga orang yang duduk di lantai dan, sempat melakukan tendangan dan pukulan (dan dengan sandal) kepada salah seorang wanita paruhbaya.Dalam etika masyarakat di Asia Tenggara tak sepatutnya seorang lelaki melakukan kekerasan (fisik dan verbal) terhadap seorang perempuan. Apalagi, beliau adalah seorang aparat penegak hukum. Tentu juga kita akan sepakat kalau seorang pria membentak, menendang dan memukul wanita, itu tindakkan seorang pengecut. Dan, rasanya belum ada SOP demikian dalam memperlakukan masyarakat, walau apapun itu motif yang melatarinnya. Kita sangat menyayangkan kejadian ini, dimana negara ini yang sedang berjuang untuk membangun image baik pelaksana Pemerintahan, Aparat Penegak hukum dan Keamanan yang harusnya mengayomi dan melayani; malah belakangan banyak sekali muncul kasus-kasus yang menunjukkan arogansi aparat, yang sebagian besar dari kalangan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Anggota Legeslatif, dan Birokrat.Jadi, jangan sampai kita kembali ke masa-masa hukum bagi yang kuat dan hukuman hanya bagi yang lemah. Atau, hukum jalanan. Maka, apapun itu, bagi kasus pelanggaran hukum haruslah dibawa ke ranah hukum dengan SOP-nya. Tentunya tuan M. Yusuf, AKBP lebih memahaminya.📽 Muasas Seram

Posted by Meme Comic Politik Karo on Thursday, July 12, 2018

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.