Jika Pikiran Sudah Bocor, Dijelaskan Soal Teknis Masalah Freeport Juga Gak Ngerti 

 

Begini, ya. Apapun yang sudah diperbuat Pak Jokowi akan selalu salah jika otak-otak bocor yang berbicara. Bahkan seorang Kyai Yahya ke Israel saja juga dikomentari nyinyir. Namun, setelah tahu duduk permasalahannya akhirnya kader PKS minta maaf.

“Lha, tapi masuk akal juga lho, Mas. Katanya Freeport habis kontrak Tahun 2021. Kenapa harus dibeli? Toh tinggal nunggu Tahun 2021 kan beres?”

Kalian berarti sama persis pikirannya dengan kader PKS yang berkomentar tentang Kyai Yahya. Apa dipikir masalah Freeport itu seperti kawin kontrak yang dilakukan oleh para orang-orang Arab sebagaimana di Puncak? (Setelah anunya memble begitu saja bisa ditinggal). Apa dipikir masalah pengelolaan tekonologi bawah tanah seperti kontrak Ruko? Tidak sesederhana itu.

“Jadi, kenapa Pemerintahan Jokowi membeli saham?”

“Itu dia kecerdasan Jokowi, Kelihaian Jokowi. Dengan saham 51%, Indonesia mulai saat ini paling tidak punya kuasa untuk mengatur segala hal tentang kebijakan Freeport. Mulai Personalia, Tenaga IT, dan kebijakan-kebijakan yang terukur demi kemaslahatan Papua khususnya dan Indonesia secara umum. Sehingga alih teknologi bisa segera dilaksanakan secara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

“Ooohh, begitu. Tapi kenapa si Fahcri ikut nyinyir? Juga para Kampret?”

“Sini kalian pada mendekat. Orang goblog itu bisanya, ya, ngoceh. Bisanya ya nyinyir, seperti tong kosong jika dipukul akan bunyi bagaimana?

“Glontang…. glontang…. glontang…”

Itulah pikiran orang-orang sudah goblok, bocor lagi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.