Lama-lama ada yang menarik dari orang ini. Berkulit gelap dengan rambut ikal sebahu, terlihat gesit berkalung sebuah pluit. Setiap menjelang Isya, pasti ia ada di putaran itu. Seperti sudah ritme harian yang dia pertahankan: jadi ‘pak ogah’ malam sehabis bekerja siang.

Mungkin. Saya hanya menduga-duga dari penampakan sekilas saja.

Yang menarik memang bukan soal itunya. Tapi pada momen saat mobil berhasil memutar di posisi lancar. Si Abang biasanya akan bilang: “Maaf ya, kak, mengganggu.” Saya menandai ia memang selalu mengatakan itu. Dan intonasinya pasti, tak ragu-ragu.

Such a manner, menurutku. Seorang abang parkir yang memiliki kepekaan. Bahwa kehadirannya sangat mungkin tak begitu dikehendaki, meski bisa jadi dibutuhkan. Atas kesopanan si Abang justru saya ingin jawab: “Nggak ganggu ko, malah bantu. Makasi ya”

Seribu duaribu tip buat juru parkir mungkin biasa. Tapi jadi luar biasa kalau yang memberi dan menerima LEBIH SENANG hatinya.

#nitenitefellas

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.