Kolom Muhammad Nurdin: ANIES-SANDI PEMIMPIN PRO RAKYAT YANG FENOMENAL

1
985

Sudah lama warga Jakarta bermimpi lahirnya pemimpin yang pro-rakyat kecil. Yang mampu memberi ruang selebar-lebarnya, seluas-luasnya, kepada rakyat. Yang mampu mendekatkan warga pada sang Maha Kuasa.

Ya..! Dekat pada Yang Kuasa. Ini penting. Sebab, dunia ini fana. KJP, KJS, BPJS dan subsidi-subsidi lainnya pada akhirnya harus kita tinggalkan. Semua akan kembali kepada-Nya.

Anies-Sandi adalah 2 sosok pemimpin yang dinanti warga ibukota. Anies-Sandi adalah jawaban atas segala keresahan warga DKI. Sebab, di bawah Gubernur kafir, tidak ada tempat lagi buat warga miskin ibukota. Coba bayangkan! Di bawah Gubernur kafir, trotoar direhabilitasi. Diperluas. Agar para pejalan kaki berkerah, berdasi, harum, mewangi, bisa berjalan dengan aman. Ini namanya, pemimpin tidak berpihak pada rakyat kecil.

Alhamdulillah. Di bawah Anies-sandi, wajah trotoar ibukota telah kembali kepada tujuan mulianya: “Berpihak pada rakyat kecil.”

Trotoar kini direbut kembali oleh PKL. Ini tanda kemenangan rakyat. Ini tanda “kemenangan agama”. Inilah jihad besar dari pemimpin idaman warga. Pemimpin yang memberikan tempat yang selebar-lebarnya, seluas-luasnya untuk rakyat.

Coba lihat Kawasan Tanah Abang. Rakyat kecil meraih kemenangan besar. Tak ada tempat lagi untuk mobil-mobil berAC, bahkan mikrolet, sebab mobil adalah simbol kapitalisme. PKL berkuasa di sana. Preman tak kalah berkuasanya. Rakyat kecil sepenuhnya merdeka. Lepas dari kungkungan kezaliman “aturan dan penataan”.

Ibukota tak layak ditata. Ibukota harusnya dibiarkan begitu saja. Sebab, penataan merupakan sumber malapetaka bagi rakyat kecil. Rakyat kecil butuh hidup “seenak udel”nya. Coba lihat KRL sekarang. Kezaliman berkuasa di sana. Rakyat kecil tak diberikan ruang. Tidak ditemukan lagi tukang tahu Sumedang. Apalagi yang jual kacang goreng. Yang paling ngenes tentu pengamen. Dan jelas pencopet kehilangan pekerjaan. Ini jelas-jelas kekejian. Ini genosida atas nama aturan dan tata kelola.

Apa perlunya flyover, underpass, jalan tol, apalagi MRT-LRT? Rakyat kecil tak butuh infrastruktur. Kemacetan itu koentji..!!! Kunci mendekat ke Sang Khalik. Sebab, macet mengajarkan kesabaran dan istiqomah. Ada semacam surga di tengah-tengah kemacetan. Meski, rasanya lebih dekat ke neraka.

Dan, tidak ada yang murah untuk sebuah “surga”. Harga sewa rusun naik, PBB naik, KJP macet, semua itu murah dalam pandangan agama. “Jihad bela agama” bukannya menuntut penderitaan? Maka dari itu, nikmatilah penderitaan bersama pemimpin pro-rakyat kecil yang fenomenal ini.

Siapa? Anies-Sandi.

1 COMMENT

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.