Kolom Asaaro Lahagu: SETELAH KALI ITEM, INI MUSUH TERBARU ANIES, LEBIH BAHENOL

0
938

Kali Sentiong alias Kali Item setengah sukses ditakhlukan Anies. Muka sombong Kali Item yang meledek Anies berhasil ditutup dengan kain waring. Namun, baunya yang menyengat, membuat Anies tak bisa tidur pulas. Pasukan baret kuning Anies kemungkinan diperintahkan menyerang Kali Item dengan semprotan parfum pewangi.

Kita cuti sejenak memprovokasi Kali Item agar tidak terus meledek Anies. Kasihan. Mengapa?

Ada musuh baru Anies yang lebih bahenol. Musuh baru Anies ini tidak bisa dipecat dengan WA apalagi ditutupi dengan kain waring. Siapa dia? Sama dengan Kali Item, musuh baru Anies ini adalah benda mati.

Ciri-ciri musuh baru Anies adalah bertubuh bahenol dan sudah lama bercokol di Jakarta. Saking bahenolnya, ketika Anies berdiri memandang ke arah Patung Selamat Datang, si bahenol langsung menghalangi pandangan Anies. Siapa namanya? Dialah yang bernama Jembatan Penyeberangan Orang Bundaran Hotel Indonesia disingkat JPO BHI.

Anies dibuat kesal dengan JPO BHI ini. Mengapa? Karena di JPO ini ada jejak Ahok, musuh nomor satu Anies sebelumnya. Setiap kali Anies melihat JPO ini bayangan Ahok terus muncul di hadapannya. Semakin lama Anies memandang JPO BHI itu, dendam kesumat Anies semakin berbuih. Apalagi dengan tubuh bahenol JPO BHI ini, maka emosi Anies semakin mendidih.

Saat dipandang, JPO ini bukannya menunduk, tetapi menunjukkan nyalinya menantang Anies. Ia dengan pongah menatap mata Anies dengan penuh ejekan. Andaikan saja JPO ini pejabat, Anies sudah langsung memecatnya. Jika dia adalah sebuah kali, maka Anies tanpa ampun menutup mukanya dengan kain waring.

Anies pun mencari gara-gara untuk berperang melawan JPO BHI itu. Anies meniru Amerika yang mencari gara-gara saat menyerang Irak. Anies mengatakan bahwa JPO BHI itu tidak santun karena tubuh bahenolnya menghalangi pemandangan orang ke arah Patung Selamat Datang. Anies memanfaatkan momen perhelatan Asian Games untuk membinasakan jejak Ahok di JPO BHI itu. Menurut Anies, para atlet dan tamu-tamu yang datang untuk Asian Games tidak boleh digoda dan dihalangi dengan tubuh bahenol JPO itu.

Bagi Anies, Patung Selamat Datang yang dihalangi tubuh bahenol JPO BHI, punya nilai sejarah terkait Asian Games. Patung Selamat Datang dibangun khusus untuk menyambut peserta Asian Games 1962 silam. Agar peserta Asian Games dapat melihat patung itu, maka Anies memutuskan untuk menghancurkannya.

Anies berencana mengganti JPO BHI itu dengan pelican crossing. Artinya JPO BHI yang berbiaya 5 miliar Rupiah dihancurkan begitu saja oleh Anies dan diganti dengan pelican crossing berbiaya 100 juta Rupiah. Pelican crossing ini hanya untuk sementara karena Anies akan membangun underpass yang terintegrasi dengan stasiun MRT dan halte Transjakarta.

JPO BHI dibangun pada tahun 2015 lalu di era Ahok. JOP ini menggantikan JPO lama di depan Hotel Pullman yang dibongkar karena menghalangi konstruksi MRT. JPO BHI digunakan pada akhir tahun 2015. Saat dibangun, biaya pembangunan JPO BHI ini sebesar Rp 5 miliar karena digunakan sebagai standar untuk pembangunan JPO yang lain di Jakarta.

Pembongkaran JPO BHI ini dipastikan akan dilakukan tim pembongkar Anies akhir Juli 2018 ini. Menurut skenario taktik yang telah disusun oleh Anies, pembongkaran JPO BHI itu akan dilakukan di tengah malam dan dihentikan pada pagi hari. Strategi ini dilakukan agar JPO BHI tidak mengamuk dan membahayakan keselamatan orang lain yang tidak berdosa.

Besar kemungkinan Anies akan menang telak melawan JPO BHI yang bahenol itu. Nantinya jika JPO ini sukses dibongkar, maka dendam membara Anies kepada Kali Item terbalaskan sedikit lewat kemenangan atas JPO BHI.

Selain itu, rasa malu Anies yang dicemooh saat meresmikan Lapangan Banteng beberapa waktu lalu akan terbalaskan lewat penghancuran JPO BHI itu. Anies berpandangan bahwa JPO itu adalah bagian pendukung Ahok yang harus dihilangkan jejaknya.

Tentu saja aksi penghancuran Anies atas JPO BHI itu akan membuat para pekerja kantoran yang akrab melewati JPO itu kehilangan kenyamanannya. Mereka akan menantang bahaya baru saat melewati pelican crossing ala Anies.

Seperti diketahui kawasan di bawah JPO BHI lalu lintas sangat ramai setiap hari. Jika penyeberang jalan tidak hati-hati, maka nyawa taruhannya. Jika nantinya ada kecelakaan lalu lintas di pelican crossing ala Anies, itu maka yang disalahkan adalah roh JPO BHI yang bergentayangan atau warisan kesalahan Pemprov DKI sebelumnya. Selamat, Pak Anies!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.