ANG SAN MEI. NANJING – Suning.com, anak usaha milik Suning Holdings Group (“Suning”) masuk dalam daftar Fortune Global 500 pada 2018 dengan pendapatan tahunan sebesar USD 27,8 miliar. Ini kali ke dua perusahaan masuk daftar tersebut sejak 2017. Suning.com juga meraih peringkat 3 teratas diantara perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk pertumbuhan laba, dengan kenaikan laba mencapai 487,8%.

Fortune Global 500 adalah daftar paling terkenal dan berpengaruh yang mengevaluasi berbagai perusahaan terbesar di dunia.

Sejak 2008, jumlah perusahaan terbuka di Tiongkok telah berkembang pesat, mencapai 120 perusahaan dan merupakan yang kedua terbanyak setelah Amerika Serikat. Sementara itu, makin banyak perusahaan terbuka di Tiongkok yang memainkan peran penting dalam memimpin inovasi industri global dan transformasi digital.

Sebagai perusahaan ritel terkemuka di Tiongkok, Suning.com memulai transformasi offline-to-online pada 2009 dan akhirnya menjadi pelopor, mencapai tingkat pertumbuhan ritel daring (online) dan luring (offline) yang setara. Suning mengedepankan program Smart Retail Strategy pada 2017, yang berkisar pada Smart Sourcing, Smart Selling, Smart Services, Smart Logistics, dan Smart Types of Business.

Menurut Laporan Tahunan Pricewaterhouse Coopers, pada 2017 volume penjualan Suning.com mencapai RMB 243,3 miliar (sekitar USD 38,5 miliar) dengan kenaikan tahunan (year-on-year) hampir 30%. Sektor bisnis daring menyumbang 52% dari angka tersebut. Pada tahun yang sama, pendapatan operasional perusahaan mencapai RMB 187,9 milyar (sekitar USD 29,7 milyar), naik 26.48% secara tahunan. Angka ini jauh melampaui rata-rata industri. Pada triwulan pertama 2018, strategi Smart Retail milik Suning terbukti berhasil, dengan penjualan omni-channel mencapai RMB 69,3 miliar (sekitar USD 11 miliar), naik 46,3% secara tahunan.

Selain laju pertumbuhan anak perusahaan ritelnya yang signifikan, Suning memperluas pertumbuhan bisnisnya dengan merambah ke layanan logistik dan jasa keuangan. Pada 2018, Suning Logistics bekerja sama dengan berbagai perusahaan teknologi untuk membangun sistem smart logistics. Dalam sistem tersebut, truk swakemudi, kendaraan otomatis, dan gudang AGV bekerja dengan lancar demi meningkatkan efisiensi operasional.

Dalam aspek Layanan Keuangan, Suning berfokus pada empat bisnis inti yakni pembayaran canggih (intelligent payment), pembiayaan rantai pasok (supply chain finance), pembiayaan konsumen (consumer finance) dan penjualan produk keuangan, demi memperkuat branding sebagai perusahaan fintech O2O.

“Pada 2018, strategi Smart Retail milik Suning telah berevolusi dari konsep ke tahap implementasi dan berkembang dengan pesat,” kata Zhang Jindong, Chairman, Suning Holdings Group. “Menjadi perusahaan Fortune Global 500 bukanlah akhir dari perjalanan kami. Perusahaan akan terus menerapkan Smart Retail Strategy dan mempersembahkan pengalaman ritel yang lebih baik bagi pelanggan.”

Tentang Suning
Berdiri pada 1990, Suning adalah salah satu konglomerat terkemuka di Tiongkok dengan dua perusahaan terbuka di Tiongkok dan Jepang. Pada 2017, Suning Holding berada di peringkat kedua dalam daftar 500 besar perusahaan swasta terbesar di Tiongkok, dengan pendapatan tahunan sebesar USD 65,7 miliar (RMB 412,95 miliar).

Dengan misi yang bertajuk “Leading the Ecosystem across Industries by Creating Elite Quality of Life for All“, Suning telah memperkuat dan memperluas bisnis utamanya dalam delapan industri vertikal: Suning.com, Logistik, Jasa Keuangan, Teknologi, Real Estat, Media & Hiburan, Olahraga dan Investasi; Suning.com termasuk dalam daftar Fortune Global 500 pada 2018.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.