Kolom Eko Kuntadhi: PKS MENUDING PRABOWO BUKAN MUSLIM YANG TAAT, SAYA GAK PEDULI!

0
580

Saya lebih suka pasangan Prabowo – AHY, ketimbang Prabowo dipasangkan dengan orang PKS. Apalagi jika Prabowo – AHY terwujud PKS akan abstain. Bagi Indonesia itu lebih baik. Setidaknya kita akan bertemu Pilpres yang gak ribut bawa-bawa surga neraka. Gak ribut pasangan mana yang paling agamis. Sebab kita memilih Presiden untuk bekerja dan mensejahterakan rakyat, bukan untuk mengubah bangsa ini jadi negara agama.

Saya memang selalu berharap PKS abstain. Abstain dari Pilpres, alhamdulillah. Kalau bisa abstain dari Pileg, wasyukurillah. Semoga nanti bisa abstain dari Indonesia. Itulah berkah Allah buat bangsa ini.

Ancaman PKS untuk abstain ini karena kadernya kemungkinan tidak mendapat tempat di posisi Cawapres. Bagi partai ini, kekuasaan memang segalanya. Apapun bisa dilakukan untuk mencapai kekuasaan. Bahkan untuk mewujudkan ancamannya, Sohibul Iman sudah menerangkan bahwa Prabowo bukan penganut Islam yang taat. Artinya, mereka sudah mulai menyerang Prabowo dari sisi agamanya.

Bandingkan dengan Lutfi Hasan Ishak, yang taat beragama. Sayangnya LHI sekarang mendekam di penjara 18 tahun karena korup. Tapi tetap saja bagi PKS, LHI lebih beragama ketimbang Prabowo.

Kenapa Prabowo dianggap bukan muslim yang taat oleh PKS? Karena barangkali PKS mengukurnya dari kemampuan Prabowo baca Quran. Atau dari sholat apa-gak. Atau dari puasa apa-gak. Atau dari latar belakang agama keluarga Prabowo yang pelangi. Kita gak tahu juga apa dasarnya Presiden PKS menuding seperti itu. Tapi biarlah, itu urusan mereka. Urusan PKS dan Prabowo. Kita gak usah ikut-ikutan menuding soal nilai beragama Prabowo. Sebab, yang kita pentingkan untuk mencari figur Presiden adalah kemampuanya bekerja. Prestasinya dalam pemimpin. Kecintaanya pada NKRI. Dan track recordnya.

Soal Prabowo tidak bisa baca Quran atau sholat apa gak, biarlah itu jadi urusan PKS dan Tuhan. Soal AHY Islami atau gak, biarlah partai anak rohis itu yang sibuk mempersoalkan. Toh, saya sudah punya Jokowi sebagai kandidat Capres yang pantas diusung. Saya menilai kemampuannya, rekam jejaknya, keberhasilannya selama ini dan komitmennya membangun Indonesia. Saya menilai hasil kerjanya.

Saat mengetahui sholatnya Pak Jokowi sangat tertib, bahkan di sela-sela kunjungan kerja di daerah terpencil Jokowi terbiasa mencari mushola kecil untuk melaksanakan sholat, hal itu hanya menambah keyakinan saya untuk mendukungnya. Soal kebiasaa Jokowi puasa Senen-Kamis sebagai bagian pembersihan ruhani, hal itu menambah bobot penghormatan saya padanya. Soal penghormatan Jokowi pada para kyai dan ulama, perhatiannya pada pesantren, sikapnya yang sederhana dan ketat menjaga keluarganya untuk tidak aji mumpung menikmati kekuasaan, hal itu membuat saya semakin yakin dengan pilihan politik saya.

Tapi, bagi saya satu hal, kemampuan dan visi besarnya untuk Indonesia merupakan pertimbangan utama dalam memilih seorang pemimpin. Makanya, walaupun PKS teriak-teriak Prabowo bukan sebagai muslim yang taat, penilaian saya pada Prabowo gak berubah. Bagi saya Prabowo hanyalah seorang tentara yang gagal dan dicopot dari jabatannya.

Proses pencopotannya juga karena salah satunya ada peran SBY. Prabowo adalah orang pesimis yang bicara Indonesia bubar pada 2030. Prabowo belum punya bukti cukup untuk memajukan Indonesia. Singkatnya, bagi saya, Prabowo sangat tidak pas memimpin Indonesia masa depan. Sebab, dia adalah bagian dari masalah Indnesia di masa lalu.

PKS boleh saja penilai Prabowo sebagai bukan muslim yang taat. Saya gak peduli. Bagi saya Prabowo hanyalah Calon Presiden yang gagal dan gak punya prestasi. Titik.

VIDEO: Lagu pop Karo yang menampilkan dialog cinta yang terancam perpisahan. Latar belakang gambar suasana sehari-hari di hamparan pertanian Dataran Tinggi Karo (Taneh Karo Gugung) dengan latar belakang gunung berapi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.