Kolom Hayati Silo Nur: INDONESIA KITA

1
208

Perekat persatuan negeri adalah TOLERANSI ANTAR UMMAH. Jika toleransi terkoyak, rusaklah tatanan yang ada di bumi. So, kita hidup di bumi tidak dengan satu suku, tidak pula dengan satu agama, tapi melainkan, kita hidup ditakdirkan berbeda: Suku, bahasa dan keyakinan.


Kenapa saya selalu syiarkan arti TOLERANSI?

Sebabnya, keyakinan yang saya akuipun menganut faham arti toleransi, saling menghargai, saling menasehati antar sesama manusia. Tanpa toleransi apa jadinya dunia ini? Apalgi negeri kita ini negeri yang diciptakan beragam. Beragam keyakinan diakui di negeriku ini, bumi pertiwi ku ini, INDONESIA KITA.

kita tidak perlu berteriak kita pling benar dan paling suci di dunia. Kita tidak perlu mengkafir-kafirkan orang lain, sebab agama bukan identitasmu. Tindakanmulah yang mensyiarkan perdamaian dan persaudaraan antar ummah.

Intinya, agamamu ya agamamu, agama ku yo agamaku. Keyakinan bukan ajang pamer ilmu keilmuan namun tindakkan terpujimu yang menuntunmu menjdi manusia-manusia yang bijak lagi mulia.

MARI BERBUAT KEBAIKKAN ATAS NEGERI KITA SENDIRI.

1 COMMENT

  1. Artikel ini bagus soal toleransi.

    ” Sebabnya, keyakinan yang saya akuipun menganut faham arti toleransi, saling menghargai, saling menasehati antar sesama manusia.”

    Inilah ungkapan cita-cita sejati seorang wanita Indonesia dan orang Indonesia umumnya, dari hati leluhur bangsa ini, sudah begitu sejak munculnya bangsa ini sebagai satu kesatuan kultural walaupun dari berbagai daerah dan dengan berbagai adat/kulturnya masing-masing. Hebatnya bangsa negeri ini, beragam dan berbeda seperti dalam bhinneka tunggal ika. Siapa sangka adanya kesamaan utama yang pasti akan menentukan masa depan negeri ini. Dan ini terus menerus mau dirusak oleh kekuatan luar divide and conquer internasional neolib/NWO, seperti pecah belah 1965 menghasut segelintir bikin pembunuhan atas sebagian lain dari bangsanya sendiri, dan akhir-akhir ini dengan pecah belah Saracen, 411, 212, teror Thamrin, isu pecah belah ‘5000 senjata’ Polri/BIN, teror Surabaya hasil brainwashing orang luar, dsb dst . . . hasutan dan upaya pecah belah yang belum juga ada tanda akan berhenti. Tetapi dari segi lain neolib/NWO ini terus menerus mempropagandakan semacam toleransi yang sangat berbahaya, yaitu: toleransi homo dan LGBT!

    “Neoliberalism uses the promise of sexual tolerance, flexibility, and pluralism in order to fulfill its anti-social, anti-democratic, and violent agenda. Furthermore, it is argued that neoliberal sexual politics require a rethinking of the concept of heteronormativity.” Lihat di tulisan
    “Desiring Neoliberalism” – Gundula Ludwig

    Jadi demi menjaga toleransi dan saling menghargai dan menghormati sesama manusia bangsa itu harus juga waspada akan toleransi palsu neolib/NWO terutama dari segi ‘sexual tolerance’ yang akhir-akhir ini sangat aktif dipropagandakan di Indonesia dan seluruh dunia.

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.