Kolom Boen Syafi’i: PENTINGNYA SERTIFIKASI PENCERAMAH

0
363

Akhir-akhir ini kita sering mendengar kata “hijrah” atau berhijrah. Hijrah sendiri menurut definisi agama adalah perpindahan dari hal yang tidak baik menjadi sebuah kebaikan atau dari hal mungkar ke arah kemakrufan. Tetapi, fenomena yang terjadi sekarang ini adalah hijrah lahiriyah seseorang, daripada hijrah batiniyahnya.

Yang dulu seorang artis, tiba-tiba memakai cadar. Yang dulu gitaris grub band, sekarang bergamis berjenggot dan membenturkan dahinya agar terlihat hitam. Yang dulu bercelana kasual, sekarang menjadi cingkrang. Yang dulu mempunyai jiwa toleransi, kini suka menyalahkan dan mengkafir-kafirkan.

Sejatinya, inilah hijrah yang sia-sia. Karena bukan malah menjadikanya semakin baik, ternyata malah menghilangkan sisi humanisme yang juga pemberian terpenting dari Sang Maha Pencipta. Karena mustahil agama diturunkan dan diajarkan kepada manusia, jika manusia itu sendiri belumlah mempunyai sifat kemanusiaan di dalam hatinya.

Maka jadilah manusia terlebih dahulu sebelum mengenal agama. Jangan saat masih menjadi “hewan” eh sudah sok-sok’an berceramah tentang ajaran agama. Apalagi sampai menyinggung dan berkata tidak pantas terhadap makhluk ciptaanNya yang Maksum, Welas Asih dan berjiwa Humanis tinggi seperti Rosululloh Muhammad Saw.Dan benarlah dawuh dari Gus Mus, yakni “yang menghina agamamu tidak akan merusak agamamu, yang merusak agamamu justru perilakumu sendiri”.

Woalah Ndi Effendi mantan geng motor berhijrah dan lantas menjadi ngustad, akhirnya ngomongnya ngawur seperti Si Dusnur juga. Aku wae yang lama di Kairo Mesir gak berani ceramah.

“Lho, di Kairo ngapain Mas?” kata Yu Waginem.

“Yo, jadi TKI toh mbakyu, terus ada sambilannya”.

“Sambil kuliah di Al Azar, yo, Mas?”

“Weladalah, baca Iqro wae cuma bisa jilid dua kok kuliah di Al Azar segala, toh, mbakyu”.

“Lha terus apa sambilannya, Mas?”.

“Sambil dodolan jemblem di alun-alun Kairo Mesir, mbakyu”.

“Wong Ediaaaaaan”.

Salam Jemblem..

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.