Sebenci-bencinya anda pada sosok Jokowi, harus diakui beliau adalah salah satu anak bangsa terbaik yang menggunakan politik sebagai “instrument” yang harmoni. Sebagai manusia, beliau sekalipun tidak pernah menghina lawan, apalagi kawan. Level mentalitas semacam ini hanya bisa diraih oleh mereka yang jiwanya sudah mencapai level pencerahan tingkat Buddha, dimana label jahat dan baik sudah melebur menjadi satu “Ying & Yang” dalam dirinya.

Tarian Ying & Yang Jokowi bikin jiwa manusia labil muntah-muntah.

Mereka seperti terkena serangan jantung dengan level yang beragam. Itulah Jokowi. Dia hanya ingin mempresentasikan Indonesia yang damai bahkan dia dengan santai merangkul bara api dan juga tumpukan es beku. Indonesia memang harus dikelola oleh tangan dingin, bukan mereka yang jiwanya meledak-ledak seperti dentuman meriam yang loncat-loncat.

Bagi saya, apapun yang terjadi dengan bangsa ini, kita tetap harus bersatu sebagai bangsa. Jika ego lebih besar dari pada semangat persaudaraan kebangsaan, maka Indonesia hanya akan menjadi puing-puing dan butuh waktu yang cukup lama untuk merapikan semua yang sudah rusak.

Mungkin pandangan ini terkesan “melankolis” atau bahkan cengeng, tapi faktanya, Indonesia memang masih membutuhkan manusia-manusia periang. Walau dicap sebagai manusia plonga-plongo, namun bagi saya, dengan senyum khasnya yang tulus, dia bisa menjinakkan monsters.

NB: Yang mau muntah dan salto dipersilahkan dengan hormat.

#Itusaja!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.