Dengan semangat juangmu yang begitu gigih dan iklas serta tanpa pamrih demi rasa cintamu terhadap Nusa dan Bangsa semuanya kau korbankan

Kepentingan dirimu tak kau hiraukan sampai pada titik darah penghabisan asalkan penajah tidak lagi berkeliaran di Bumi Pertiwi ini lagi dan terus menggerogoti harta benda dalam kandungan Pertiwi tercinta ini.

Kamu ingin disepak dengan begitu kejam dari negerimu sendiri tanpa rasa kemanusian

Kamu rela diasingkan di negerimu sendiri

Oh betapa tragisnya kehidupanmu di bawah tahun 40an

Tapi kebengisan para penjajah yang serakah sama sekali tidak menghentikan semangat juangmu yang kian membara karena kamu tak tega melihat bangsamu indonesia dan seisinya terus di kuasai penjajah dari bangsa lain.

Dengan bermodalkan bambu runcing dan taktik perang girilya kamu setidanya bisa meredam sepak terjang keserakahan para penjajah dikau terpanggil untuk memperjuangkan Kemerdekaan dan Kadaulatan jati diri  Bangsa Indonesia.

Engkau dikekang engkau dibuang

Engkau disiksa dan difitnah

Engkaupun sampai mati di medan peperangan ataupun mati karena digantung. Darah sucimu yang mengalir dari tubuhmu, mengalir membasahi Bumi Pertiwi dan terus  meresapi rasa cinta Tanah Air bagi kami generasi yang kini hidup dalam Negara yang Merdeka dan berdaulat

Tanpa kekangan penjajah lagi.

Nama dan jasamu yang begitu besar tetap dikenang sepanjang masa dan takkan lekang oleh waktu

Pahlawanku, dikau bukti bahwa Pertiwi memiliki jiwa juang dan semangat berkorban bagi bangsa sendiri. Persembahan berharga yang dikau berikan bagi anak cucu adalah Kemerdekaan. Sehinnga sampai detik ini, kami Anak Bangsa  masih berpijak dan menitih asa serta merajut impian bagi masa depan kami dengan aman dan tentaram di Bumi Pertiwi  tanpa dibungkam para penjajah

Pahlawanku, sejuta lagu tercipta untukmu dari jiwa- jiwa yang bersyukur atas kebajikanmu. Sejuta sair tecipta untukmu banyak monumen dibangun untuk mengenangmu. Sejuta kembang yang tumbuh mekar nan semerbak mewangi  dan di Tanah Pertiwi kian dirangkai untukmu.

Tapi, itu semua mungkin tidak bisa membalas pengorbanmu yang tulus bagi Nusa dan Bangsa Indonesia. Tak ada hal yang bisa kulakukan untuk membalas jasamu. Namun untaian doaku yang tulus dari lubuk hatku yang paling dalam: “Tuhan, terimalah mereka yang telah berkorban bagi Pertiwi di sisimu.”

Dengan semangat cinta Tanah Air yang terpatri dalam diri ini, ingin kujalankan amanahmu untuk mencintai perbedaan yang ada di Bumi Pertiwi ini serta terus menyebarkan semangat Persatuan dan Persaudaraan di tengah kehidupanmu berbangsa. Karena aku tau dari alammu dikau sangat menginginkankan Perasatuan diantara kami Anak Bangsa, mulai dari Sabang sampai Merauke tanpa membedakan SARA. Sehinnga terciptalah Indonesia yang aman dan tentram.

Terima kasih untuk kasih suci dan kasih tulusmu bagi bangsa dan bagi kami generasi bangsa yang ada sekarang ini.

Untuk semua Pahlawan yang ada di Nusantara ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.