Kolom Boen Syafi’i: INDONESIA PORAK PORANDA DI TANGAN MEREKA

1
650

Mengetahui visi dan misi seorang Capres dan apa yang akan dilakukannya di saat memimpin Indonesia kelak, sebenarnya sangatlah sederhana. Yakni dengan cara mengetahui siapa saja yang berada di dalam gerbongnya. Dan, yang berada di gerbong Prabowo adalah gerombolan yang ingin mengganti sistem demokrasi Pancasila yang ber Bhineka Tunggal Ika dengan sistem otoriter yang berkedok “daulah syariat khilafah” palsu miliknya.

Siapakah orang-orang itu? Di sana ada wakil HTI Neno Warisman, Basalamah dan Tungkujul wakil dari wahabi Saudi. Ada si Abu Jibril wakil dari “kaum radikal” dan ada juga kroni Cendana Suharto di sana.

Tentunya bila gerombolan intoleran ini berhasil merubah sistem demokrasi Pancasila menjadi monarkhi daulah khilafah, maka ekspresi kebebasan termasuk fesbukan akan diawasi ketat oleh rezim penguasa. Kritik sedikit, maka penjara politik yang menjadi ganjarannya. Belum lagi para perempuan akan kehilangan hak-haknya dengan kewajiban bercadar bagi mereka (tak terbayang sumuk’e koyok opo Cah?).

Pulau-pulau dengan mayoritas non Muslim seperti Bali, NTT, Papua dll, dipastikan menolak keras sistem baru negara ini. Maka mereka pun akan melawan dan mencoba memisahkan diri dari Indonesia. Selanjutnya terjadilah perang yang pastinya akan mengorbankan banyak nyawa saudara sebangsa serta hancurnya nilai peradaban sebuah bangsa yang bernama Indonesia.

Indonesia porak poranda, karena adanya perlawanan dari saudara non Muslim terhadap rezim penguasa. Belum lagi adanya upaya makar dari rakyatnya sendiri yang tidak puas terhadap “khalifahnya” seperti halnya di Jazirah Arab sana.

Lantas, kalau sudah dalam kondisi porak poranda seperti itu, siapa yang diuntungkan? Yang diuntungkan bukanlah saya, anda ataupun semua rakyat Indonesia. Tetapi yang diuntungkan adalah bangsa Barat zionis, yang suka menghisap dan mengeruk kekayaan alam dengan cara membuat kacau negara lainnya.

Arab spring sudah terjadi, dan sekarang agenda mereka adalah mensyuriahkan Indonesia. Kalau sistem khilafah diterapkan dan cadar diwajibkan, maka kita tidak akan bisa membedakan mana Yu Waginem dan mana Kang Paidi yang sedang dalam penyamaran.

Salam Jemblem..

Ini Indonesia Bung!!!Sejak kapan Bendera Merah Putih tidak boleh berkibar??insiden di Apartemen Kalibata City yg dikelola oleh Agung Podomoro.. Pihak security tidak mengijinkan pemilik apartemen mengibarkan bendera merah putih..Saya jadi ingat, mana yg sering teriak Saya Pancasila…

Posted by Agus Santoso on Thursday, August 16, 2018

1 COMMENT

  1. “Lantas, kalau sudah dalam kondisi porak poranda seperti itu, siapa yang diuntungkan? Yang diuntungkan bukanlah saya, anda ataupun semua rakyat Indonesia. Tetapi yang diuntungkan adalah bangsa Barat zionis, yang suka menghisap dan mengeruk kekayaan alam dengan cara membuat kacau negara lainnya.”

    Kalimat ini jelas sekali melukiskan siapa yang diuntungkan, yaitu ‘bangsa Barat zionis’ pengeruk dan penghisap kekayaan alam dengan cara bikin kacau atau divide and conquer negeri-negeri kaya SDA seperti Indonesia. Negeri yang sudah pernah juga dikuasai oleh neolib/NWO alias ‘bangsa Barat zionis’ itu selama Orba. Indonesia pada tahun 1965 dikacau, dipecah belah sampai sebagian penduduk yang tertipu atau brainwashed, setuju membantai 3 juta bangsanya sendiri dan . . . sim sallabim . . . SDA berharga Triliunan dolar menguap tanpa asap, tanpa suara dikeruk selama 3 dekade.

    Sekarang sudah semakin jelas bagi penduduk dunia terutama bagi penduduk negeri berkembang kaya SDA, bahwa perjuangan nasional bangsa-bangsa ini adalah mempertahankan kepentingannya dari rongrongan ‘bangsa Barat zionis’ alias neolib/NWO. Perjuangan kepentingan nasional untuk survival, kebebasan dan kedaulatannya, dan perjuangan neolib/NWO untuk menguasai nation-nation dunia dan SDAnya, merupakan DUA KEKUATAN yang sedang berhadap-hadapan pada abad 21. Perjuangan atau KONTRADIKSI antara dua kepentingan ini merupakan ciri khas abad ini. Atau dengan perkataan lain, KONTRADIKSI POKOK DUNIA sekarang tergambar dalam pertarungan dua kepentingan ini.

    Perjuangan ini pastilah tergambar juga dalam pilpres yang akan datang ini. Bangsa barat zionis’ atau neolib/NWO tidak akan melepaskan begitu saja kesempatan ini untuk mencoba memasukkan cakarnya, terutama mencakar dan menjatuhkan kekuasaan nasionalis Jokowi petahana yang sudah jelas berpihak ke kepentingan nasional Inonesia. Pihak ‘ganti presiden 2019’ akan merupakan tandingan utama yang menggambarkan dua kepentingan diatas atau dari gelagatnya sudah merupakan pencerminan dari KONTRADIKSI POKOK itu. Kalau begitu, disini tentu tidak mungkin ada jalan tengah atau ‘netral’ atau ‘golput’ karena kedua sikap ini hanya akan menguntungkan pilihan ‘bangsa Barat zionis’ itu. Kalaupun pihak capres penantang ini mengatakan memihak kepentingan nasional Indonesia, kedalam barisan ini akan diselundupkan atau sudah diselundupkan kekuatan Zionis/neolib-NWO itu.

    Memang bisa akan terjadi ‘penyelundupan’ kekuatan luar itu seperti pada tahun 1965. Bedanya sekarang ialah soal tingkat kesedaran dan tingkat pengetahuan bangsa Indonesia, tingkat mana sudah terlihat dalam artikel diatas itu, artinya sudah jauh lebih tinggi dibandingkan 1965. Karena itu tingkat atau puncak penyelesaiannya akan jauh berbeda. Karena tidak mungkin lagi bisa berjalan brainwashing sebagian penduduk yang dengan suka rela akan membantai 3 juta bangsanya sendiri seperti 1965. Era internet dan era keterbukaan telah berhasil membuka dan membongkar semua kegelapan dan rahasia kegelapan selama lebih dari 170 tahun sejak revolusi Perancis dan terutama ketertutupan dan pembodohan manusia setelah Manifesto Komunis Marx yang dipaksakan oleh bankir rentenir dunia, neolib/NWO/Zionis itu.

    Tetapi konflik yang tajam atau pertumpahan darah masih bisa terjadi . . . dan sudah bisa dipastikan siapa yang bakal menang atau siapa yang bakal kalah dalam perang terakhir ini. Perjalanan sejarah dunia sudah pasti. Perjuangan nasional bangsa-bangsa dunia, di negeri berkembang seperti Indonesia, Filipina; bahkan China dan Rusia sendiri, seluruh Eropah Barat/Timur, dan AS sendiri dibawah presiden Trump sudah menunjukkan arah perkembangannya. Kalau terjadi perang di Indonesia atau lebih luas . . . akibatnya adalah permulaan dari akhir perjalanan sejarah neolib/NWO/Zionis dan akan munculnya permulaaan dunia baru dengan KONTRADIKSI POKOK yang sama sekali baru pula, yang akan menggambarkan perjuangan untuk kemajuan dan kesejahteraan umat manusia seluruh dunia.

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.