Kolom Asaaro Lahagu: PERMAK JITU SANDIAGA ATAS PRABOWO

0
679

Sandiaga paham benar soal dunia bisnis. Sebuah produk yang kurang laku di pasaran, perlu di-rebranding alias dipermak. Alasannya biar lebih laku. Hal yang sama dengan Prabowo. Sandiaga paham bahwa Prabowo memang kurang laku di pasaran, meski sudah 3 kali di-launching. Karena itu, Prabowo perlu di-rebranding total.

Sandiaga sadar bahwa perjuangan untuk merebut RI-1 dan RI-2, tidak mudah.

Sandiaga mau tidak mau sangat bergantung pada kekuatan branding Prabowo. Sekuat apapun Sandiaga memframing dirinya, namun tetap saja sangat tergantung kepada Prabowo. Mengapa? Karena Prabowolah yang menjadi Capresnya. Prabowolah yang dilihat orang. Sementara sosok wakil presiden seperti dirinya, hanyalah sebagai ban serap.

Sandiaga paham sejarah masa lalu Prabowo. Prabowo adalah hasil pecatan dari TNI. Ia adalah jenderal yang diduga kuat terlibat dalam penculikan mahasiswa 1998. Prabowo juga pernah menjadi seorang pelarian di Jordania ketika terjadi kisruh politik di Indonesia. Apalagi julukan baru Prabowo, Jenderal Kardus, membuat namanya hancur lebur.

Selain stigma di atas yang sulit dilupakan publik, Sandiaga juga paham soal temperamental Prabowo. Prabowo adalah tipe Jenderal yang galak, emosi meledak-ledak, pemarah, kaku, keras, mudah dipengaruhi dan mudah dikadalin. Bukti-bukti temperamental Prabowo bisa dilihat dari beberapa ucapan dan tindakannya pada masa lalu.

Pada tahun 2014 misalnya, usai penetapan Pilpres yang dimenangkan oleh Jokowi dan dikukuhkan oleh Mahkamah Konstitusi, Prabowo melampiaskan kemarahannya dengan mengatakan: “Kalian berkhianat? Dapat apa dari Jokowi?” Kata Prabowo dengan suara tinggi penuh kegemaran amarah (Tempo edisi 25-31 Agustus 2014).

Pada kesempatan lain, saat berpidato, selain menyinggung profesi wartawan yang gajinya kecil, Prabowo pernah marah dengan orang-orang yang berada di Ballroom. Dia meminta audiens untuk tenang dan tidak menyodorkan kamera atau handphone.

“Anda mau mendengarkan saya atau mau foto saya?” kata Prabowo menegur hadirin saat itu.

Saat viral kasus La Nyalla dan permintaan mahar sebesar 40 miliar rupiah, Prabowo juga marah-marah.

“Dia (Prabowo) marah-marah. Marahnya seperti orang kesurupan. Pokoknya seperti bukan Prabowo Subianto lah,” ujar La Nyalla ketika itu.

Saat kadernya berteduh karena kepanasan di tengah dia berpidato, di Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Pasar Minggu, Jakarta Selatan [Sabtu 21/4], Prabowo juga diketahui marah dan meneriaki kadernya tersebut.

Faktor di atas jelas mendorong keras Sandiaga mempermak habis Prabowo. Sandiaga menginginkan Prabowo berubah total dengan tagline: ‘The new Prabowo’. Apalagi putera semata wayang Prabowo Didiet Hediprasetyo, meminta dengan sangat agar ayahnya berubah total. Hal ini mendorong keras Sandiaga untuk merubah total image Prabowo.

Faktor lain yang mendorong Sandiaga mempermak habis Prabowo adalah keunggulan elektablitas Jokowi atas Parbowo. Survei LSI Denny JA terakhir menunjukkan elektabilitas Jokowi jauh unggul di atas Prabowo. Hal yang sama saat Fadli Zon membuat survei pemilihan Presiden di Twitternya, para pengikut Fadli Zon lebih banyak memilih Jokowi. Hal ini membuat Sandiaga terlihat kalah sebelum bertanding.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah soal penampilan alami Jokowi yang menyakitkan hati Sandiaga. Lihatlah Jokowi. Setiap hari blusukan dengan kemeja putih, sepatu sneakers. Gambarnya bertebaran di mana-mana. Jokowi pernah difoto makan di Warteg, ketemu orang hutan di bawah pohon kelapa sawit, tidur di bawah tenda, ikut menanam padi, masuk ke gorong-gorong, naik motor gede dan banyak lagi. Ah, menyakitkan banget.

Faktor-faktor di atas memaksa Sandiaga mempermak habis Prabowo baik kulit maupun isi. Sandiaga mulai gencar mempromosikan rebranding Prabowo. Sandiaga langsung fokus pada karakter Prabowo. Tak tanggung-tanggung. Sandiaga sudah berani mengatakan sekarang Prabowo sudah berubah. Ia sudah menjadi figur yang mau lebih mendengar, cair, bersahabat, sosok yang santai, penuh humor dan ketawa-ketiwi. Wow, luar biasa. Dalam sekejap, karakter Prabowo sudah berubah.

Publik sendiri suka penampilan gaya baru Prabowo. Perubahan karakter dan penampilan sah-sah saja. Itu hak setiap orang. Apalagi menjelang Pilpres, wajar setiap calon mempermak penampilannya. Tentu saja publik ingin melihat perubahan yang lebih menyolok dalam diri Prabowo. Alasannya, biar lebih afdol, lebih mantap, lebih aduhai.

Misalnya Prabowo sudah mulai berbicara lembut, menebar senyum terus-menerus, pipi ditambun-tambunkan, bibir dimerah-jambukan, hidung dimancung-mancungkan, mata disipit-sipitkan atau dilebar-lebarkan, alis ditipis-tipiskan dan rambut menusuk langit ala Ronaldo, Messi. Nah itu gaul banget, milenial banget.

Publik pasti suka jika Prabowo selfi-selfian, joget-jogetan, dangdut-dangdutan, goyang ngeboran. Suaranya dimerdu-merdukan kayak penyiar radio atau tv. Lalu bahasanya gaul ala milenial dengan menggunakan kata ‘bro, sis’. Lalu Prabowo kembali berpidato ala Tukul dengan topik Indonesia bubar 2030 kebocoran APBN di mana-mana. Tentu saja dengan metode pidato ala milenial.

Soal pakaian, penampilan Prabowo juga harus dirubah total. Selama Prabowo selalu memakai baju 4 kantong ala Soekarno. Ini old fashion banget. Prabowo perlu mencontoh Bang Yusril Ihzra Mahendra yang pernah turun belanja ke pasar dengan memakai kaos Micky Mouse dan celana pendek.

Alamaak. Bang Yusril saat itu gaul amat. Penampilannya, ABG banget. Ada juga foto Bang Yusril makan di warteg. Wow merakyat habis. Belum lagi Bang Yusril terjun ke kampung akuarium, membela rakyat yang tergusur, menambah kehebohan. Nah ini perlu dicontoh Prabowo. Tentu saja atas petunjuk ala Sandi.

Kalau Bang Yusril bisa tampil keren saat mengincar posisi Cagub, seharusnya Prabowo lebih keren. Alasannya, posisi yang diincar Prabowo adalah Capres. Disarankan agar nantinya Prabowo selain memakai kaos Micky Mouse, juga sesekali memakai baju Tom and Jerry. Ini sangat disukai anak-anak. Sesekali memakai gaun panjang agar lebih disukai emak-emak. Pun main game PS3 atau PS4 di warung-warung internet, ngadem di Warteg, makan di warung pecel lele dan ayam. Paginya ngobrol sama tukang bubur. Wow, Indonesia banget.

Sepatu Prabowo juga harus total buatan lokal. Harus dari Tangerang atau made in Bandung. Warnanya kalau perlu seperti pelangi. Merah, kuning, hijau, biru, indigo dan violet atau kayak balonku ada lima, rupa-rupa warnanya. Celananya lebih cocok pendek berbolong-blong ala kaum milenial. Nah ini baru ‘The new Prabowo’ banget. Sayapun bisa tergoda habis untuk memilih Prabowo. Mari kita tunggu permak jitu Sandiaga atas Prabowo.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.