Kolom Boen Syafi’i : NETRAL BUKAN PILIHAN TERBAIK

0
556

“Walah, netral wae lah, Brow. Gak usah dukung sana dukung sini. Emang kalau calon yang kamu dukung jadi presiden terus kamu dapat apa?” kata seorang teman ketika itu kepada saya.

 

Memang ada benarnya ucapan dari teman saya ini, karena siapapun yang menjadi presiden maka tidak akan serta merta merubah kehidupan kita menjadi sejahtera. Kita tetap mencari rezeki sendiri, dan kita tetap harus bekerja keras untuk menghidupi keluarga. Tak ada yang spesial andai siapapun yang menjadi presiden di negeri ini.

Hingga pada akhirnya saya putuskan untuk tidak berpihak terhadap siapapun, baik presiden Jokowi ataupun si oposisi Prabowo.

Sampai pada suatu ketika, saya melihat keceriaan anak saya yang masih Balita sedang bermain bersama teman sebayanya. Seketika itu langsung terbesit pertanyaan di dalam jiwa: “Bagaimana nasib anak saya kelak, bila trah Cendana berhasil menguasai negeriku ini?”

Jujur, “dendam” saya terhadap Suharto tidak bisa dihilangkan begitu saja. Saya merasakan sendiri, bagaimana otoriternya Rezim Suharto kala itu. Kasus Marsinah, kasus Priok, kasus Mei 98 dan belum lagi anak Suharto yang hedonis di tengah rakyat yang hanya makan nasi gaplek, membuat saya semakin geram dengan mereka.

Saya mulai tersadar harus membantu Presiden Jokowi agar tidak berjuang sendirian di dalam melawan kroni Cendana yang dibantu oleh kaum intoleran di negeri ini. Saya runcingkan pena kembali. Hari itu, saya resmi kembali lagi ikut ambil bagian, untuk melawan mereka yang berada di barisan oposisi. Sungguh perjuangan ini bukan untuk Jokowi, melainkan untuk menyelamatkan anak saya agar tidak lagi merasakan rezim otoriter serupa seperti halnya bapaknya.

Ah, andai kalian mengalami sendiri betapa biadabnya rezim Suharto, maka saya yakin anda akan berfikir seribu kali untuk memilih Prabowo Subianto menjadi presiden di NKRI. Saya berjanji akan terus melempari si Prabowo dan kroni Cendana yang dibantu oleh kaum radikal intoleran, dengan JEMBLEM SUPER yang berisi “Fifis Unta”.

Fesing Fesing Dah.

Salam Jemblem..




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.