Kolom Boen Syafi’i: BEDA ITU BIASA

1
461

Pada hakikatnya, semua manusia itu tidak ingin salah jalan selama hidupnya karena, bagaimanapun tersesatnya manusia, pasti ingin kembali ke jalan yang benar. Tetapi, definisi dari jalan yang benar itu pun sangat beragam pengertianya, hingga terkadang memunculkan sebuah perdebatan yang sia-sia belaka.

Benar menurut si A belum tentu benar menurut si B, dan benar menurut si B belum tentu benar pula menurut si C.

Inilah yang dinamakan bahwa kebenaran itu bersifat beragam, dan beragamnya kebenaran sejatinya adalah fitrah daripada manusia. Jangan paksakan kebenaran yang diyakini terhadap manusia lainnya, karena kebenaran yang diyakini bisa saja dianggap kesalahan oleh mereka. Jangan paksakan kebenaran tetapi kok sering nyinyirin Prabowo?

Bila saya sering “menguliti” Prabowo, itu bukanya saya merasa bahwa Jokowi yang paling benar, karena mustahil mendapatkan pemimpin yang sempurna. Tetapi, dengan “menguliti” seorang calon pemimpin, maka kita bisa tau track recordnya seperti apa. Dengan mengetahui masa lalunya, maka kita bisa meminimalisir orang-orang jahat menjadi pemimpin di negeri kita tercinta Indonesia. Dengan catatan, “menguliti” seorang calon pemimpin itu harus dengan fakta, bukannya opini atau bersumber pada portal berita abal-abal.

Misal, fakta Prabowo adalah pernah tersangkut kasus penculikan hingga dipecat dari kesatuan TNI. Anaknya gay, hingga tidak bisa baca Al Quran dan lain sebagainya. Menyangkal seperti apapun, fakta Prabowo akan terus seperti ini.

Ah, beda itu biasa, tetapi yang lebih warbiasyah lagi yakni sudah beda tetapi tetap bersaudara. Bukan malah dibawa hingga ke kamar tidurnya.

Nb: Kang Paidi ini sedang salah jalan, tetapi yo tetap santai wae.

Salam Jemblem..



1 COMMENT

  1. “Ah, beda itu biasa, tetapi yang lebih warbiasyah lagi yakni sudah beda tetapi tetap bersaudara”

    Bersaudara dan berbeda . . . wow . . . indah. Lebih indah lagi ialah kalau mempelajari dan mengetahui perbedaaan itu. Dan pengetahuan tentang perbedaan inilah yang sangat membantu dalam kehidupan dan bisa mengangkat kehidupan ke kualitas yang lebih tinggi.

    Beda itu biasa . . . yang sama apa ada ya? Kemungkinan ada dalam matematik. Itupun sepertinya relatif saja, kalau menyangkut hal konkret seperti 2 ayam + 2 ayam = 4 ayam. Tetapi ayam-ayam itu pastilah tidak ada yang sama he he . . .

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.