Kolom Boen Syafi’i: MBOK, YO JANGAN DIPAKSAKAN, YU NENO

0
488

Yah, failed mission again alias gagal maning, gagal maning. Setelah ditolak dengan keras di Pekanbaru, gerombolan provokator tagar ganti pesinden kini harus berhadapan dengan Arek-arek Surobayo. Musim kampanye wae belum mulai, eh lha, kok berani-beraninya “nyolong” start?

Sah-sah saja mengumpulkan masa untuk deklarasi ganti pesinden, tapi mbok yo nyewa gedung tah, Yu Neno. Masak ruang publik dipake buat deklarasi.

Nyewa gedung di Aloha atau di hotel, kan, yo bisa? Masak pembagian kardus oleh si Sandi kemarin sampean gak kecipratan bin kebagian, sih? Kalau ngirit itu mbok yo ojo kebacut tah yu …. yu ….

Eh, Yu Neno, yang berhak menikmati ruang publik itu kan bukan untuk pendukung khilafah eh Prabowo saja, toh. Di sana juga ada pendukung Jokowi, ada yang netral dan ada pula yang dodolan jemblem seperti, Yu Waginem, yang berhak menikmati pula. Lah, mbok yo dihormati yang beda seperti itu.

Lha, modale gerombolan ganti pesinden cuma ngeyel, sih, akhirnya yang gak setuju dengan deklarasi tersebut, yo gak kalah ngeyel, tah. Opo meneh yang ngeyel dan gak setuju tersebut Arek Suroboyo, Arek Jatim. Wah dijamin tambah ribet deh kalau punya urusan dengan mereka.

Jangankan kalian pecinta khilafah, kompeni Belanda saja dibuat kalang kabut dengan militansinya Arek-arek Suroboyo, lho. Padahal yang menghadang masih warganya saja, belum Walikotanya. Kalau sampai Bu Risma yang turun tangan, wih, bakal dikremus gerombolan kalian.

Sudahlah, kalau ditolak di mana-mana itu seharusnya mbakyu Neno itu merenung: “Kenapa ya kok gerakan ‘makar’ ini gak diterima masyarakat? Apakah eike kurang syantik? Atau si Mardani kurang feminin eh maskulin?” Daripada mengumbar kebencian kepada pemimpinnya sendiri, mending studi banding saja di kebun binatang Surabaya sana.

Biar gerombolan kalian bisa membedakan, mana yang Prabowo dan mana yang kuda nil itu sebenarnya.

Salam Jemblem..



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.