Ketika orang-orang yang dulu ikut demo bela agama dan sangar terhadap Ahok ternyata terlibat korupsi. Lalu, karena kelompokmu, seperti halnya saudara sang Ketua MPR, Si Zul dengan enteng bilang: “Ini cobaan, ini musibah.” Padahal, jelas yang diembat adalah duit negara, milik rakyat.

Banyak hal yang kalian bela karena kelompokmu. Seperti halnya Rocky Gerung mengatakan Kitab Suci itu fiksi. Ketika ada ustadz kelompokmu mengatakan nabi sesat, ketika si kakek tua A Min mengatakan partai kelompokmu partai Allah. Namun, ketika hanya soal puisi tentang suara adzan, malah seorang Ibu Rumah Tangga mengeluhkan suara TOA, kalian begitu beringas, marah seperti orang kesurupan hingga rumah si ibu tersebut kalian bakar.

Dengan hal-hal yang tersebut dia tas, apa memang negara ini hanya punya kalian?

Sekarang, dengan dalih Demokrasi, kalian melakukan deklarasi ganti presiden, itu demokrasi model apa? Sebagai bangsa Indonesia yang mempunyai perasaan, yang menjunjung tinggi nilai kemanusian serta budi pekerti, kalian melakukan provokasi terhadap presiden kami, terhadap seorang pribadi Bapak Jokowi. Dan jelas kelakuan kalian telah membuat kegaduhan.

Jika kami sebagai anggota masyarakat marah terhadap kegiatan deklarasi ganti presiden, yang kami tahu itu adalah kampanye terselubung, yang isinya hanya mengumbar dan mengajak kebencian, membuat kesabaran kami rasanya sudah habis.

Apalagi bangsa ini sedang punya gawe, dipercaya oleh negara-negara Asia untuk menjadi tuan rumah, tentu sebagai bangsa yang waras seharusnya mengapresiasi serta ikut berparstisipasi agar Asian Games sukses. Lah, kalian malah membuat hiruk pikuk dengan deklarasi. Hanya membuat onar. Sangat memalukan sebagai bangsa Indonesia!

Jika di beberapa daerah mulai Batam, Pekan Baru hingga Surabaya serta di beberapa tempat lainnya menolak kegiatan kalian, itu agar kalian tahu bahwa kami juga berhak memliki negara ini. Kami tidak ingin negara ini kalian rusak. Sebab kami tahu, bahwa partai-partai kalian adalah pendukung HTI. HTI yang ingin merongrong Pancasila dan merusak tatanan keharomonisan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ber Bhineka Tunggal Ika.

Sekali lagi, Indonesia milik kita bersama. Seharusnya kita jaga bersama nilai dan jati diri yang diajarkan oleh para leluhur serta pendiri bangsa. Namun, jika kalian mau mengobrak obrik nilai-nilai tersebut, tentu kami akan melibas kalian. Inilah komitmen kami!

Jika kalian seenaknya sendiri memperlakukan negeri yang elok dengan kemajemukannnya, rasanya betul kata orang Surabaya, negara ini bukan milik Mbahmu, Cuk!



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.