Kolom M.U. Ginting: TRUMP SETENGAH TIANG ATAU SETENGAH HATI?

0
533

Presiden Trump begitu dapat informasi kematian Senator McCain [Sabtu 25/8], musuh bebuyutannya dalam politik selama ini, memerintahkan menurunkan bendera jadi setengah tiang di Gedung Putih besok harinya [Minggu 26/8]. Tetapi, esoknya lagi [Senin 27/8: Pagi] dia naikkan lagi benderanya, kurang dari 48 jam setelah kematian McCain. Penaikan kembali bendera ini jadi bikin banyak kritikan terhadap Trump, dianggap tidak  menghormati McCain yang dianggap pahlawan dalam Perang Vietnam.

Lantas Trump pun langsung berkomentar menyanggah kritikan itu sambil menurunkan lagi bendera jadi setengah tiang dan bilang dengan kata-kata yang sangat diplomatis: “Our hearts and prayers are going to the family of Sen. John McCain. We appreciate everything McCain has done for our country.” Dia berjanji akan pasang bendera setengah tiang di Gedung Putih sampai hari penguburan McCain.

Tetapi bisa juga lain pandangan Trump, McCain hanya ‘setengah pahlawan’ sehingga bendera setengah tiangnya hanya sebentar karena, kalau dibandingkan dengan hampir 60.000 pasukan AS yang korban tewas di Perang Vietnam. McCain hanya terbang di atas, di udara, membomi dan membunuhi rakyat Vietnam yang tidak bersalah sambil dia sendiri menyelamatkan dirinya dengan parashut ketika pesawatnya ditembak jatuh.

Dari segi lain, Trump adalah musuh bebuyutan ‘deep state’, penentang the establishment, penentang PC (Political Correctness), penentang globalisme anti-globalist, penentang NWO (New World Order) yang juga dia ubah jadi NO WORLD ORDER. Dia berkebalikan dengan McCain pendukung NWO. NWO/deep state atau the secret government itu jugalah yang mengirimkan McCain ke Perang Vietnam untuk membomi dan membunuh orang-orang Vietnam dalam rangka politik besar global NWO, adu domba antara kekuatan komunisme kontra neoliberalisme.

Kedua kekuatan itu adalah ciptaan dari kelompok yang sama (neolib/ NWO). Bikin perpecahan dan perang, di samping untung besar bagi perusahaan besar senjata yang dibayar langsung oleh negara dengan uang pajak dari rakyat AS. Ini adalah cara yang paling gampang dan paling mulus di AS untuk memindahkan duit rakyat ke perusahaan neolib tanpa banyak ‘cingcong’ karerna rakyat tidak paham persoalannya akibat mind control yang sudah lama bercokol dalam kesedaran rakyat AS (dan juga publik dunia).

NWO = Communism ditulis dengan jelas oleh Bella Dodd dalam bukunya ‘School of Darkness’ 1954. Buku itu adalah kesaksian Bella Dodd sendiri sebagai anggota pimpinan Partai Komunis AS pada tahun-tahun 30-40an.

“Bella Dodd was a Communist Party of America (CPUSA) leader in the 1930′ s and 1940’s. Her book, “School of Darkness” (1954) reveals that Communism was a hoax perpetrated by financiers “to control the common man” and to advance world tyranny. Naturally, this important book is out-of-print and not in any used bookstores. It can be read online here. [It has recently been reprinted and is available here.]”- (Henry Makow).

Trump adalah seorang nasionalist dan anti-globalist, terlihat jelas dari pidato peresmiannya sebagai presiden ke 45 AS. Antara lain dia bilang:

“We see good will with the nations of the world but we do so with the understanding that it is the right of all nations to put their nations first.

We do not seek to impose our way of life on anyone, but rather to let it shine as an example for everyone to follow.”

Politik ini berkebalikan 180 derajad dari politik lama AS, seperti kudeta serta politik adu-domba dan politik bantai 1965. Setelahnya juga, sebagaimana dituliskan sangat lengkap dalam buku John Perkins “Connfessions of an Economic Hit Man”, dimana AS terus menerus mengganggu dan mengkadali Indonesia untuk mengeruk duitnya/ SDAnya. John Perkins sendiri adalah anggota yang paling aktif dan giat dari EHM itu dan yang bekerja khusus untuk ditugaskan di Indonesia tahun 70an.

Dia sendiri dimodali dengan ‘power, sex, money’ menurut pengakuannya. Pada tahun 2016 sebelum Trump berkuasa, John Perkins lebih melengkapi atau memperbaharui ide-idenya dalam bukunya yang baru dengan judul ‘The New Confessions of An Economic Hit Man’. Beberapa nasihat untuk mengatasi pengaruh buruk dari system ekonomi itu diutarakannya juga dalam ceramahnya yang terakhir (Lihat video di bawah).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.