Kolom Boen Syafi’i: SUSAH?

Lebih Susah Mana Jika Negara Kita dalam Keadaan Perang?

1
812

“Hidup kok semakin susah di jaman Jokowi, ya? Mana kerjaan tidak ada, Sembako mahal, listrik naik, BBM juga naik,” kata 2 ekor codot yang lagi “cari kutu” di bulunya masing-masing.

 

Susah? Sebuah kata yang sangat ditakuti oleh banyak manusia. Apa sih definisi susah? Susah sama dengan mengeluh dan mengeluh sendiri adalah sebuah ungkapan yang teramat tidak sopan untuk diucapkan. Karena niscaya pemberian Tuhan tidak akan cukup untuk kita bayar bila Tuhan mau hitung-hitungan.

Susah itu terdapat di dalam jiwa-jiwa yang masih menyimpan rasa iri, rasa dengki, dan terlebih rasa gengsi.

Rasa seperti itulah yang membuat manusia menjadi susah hidupnya. Bila mindset kita masih seperti itu, niscaya siapapun rezim yang berkuasa, susah anda tidak akan berubah menjadi bahagia.

Sekarang, lebih susah mana antara mencari makan di negeri yang damai seperti Indonesia dibanding negeri yang penuh dengan peperangan seperti halnya di Irak, Yaman dan Syuriah? Tentu kita akan memilih di negeri yang penuh kedamaian untuk mencari makan, bukan?

Bila difikirkan lebih dalam lagi, apakah negeri yang damai itu akan terwujud jika di belakang Capres Kardus andalan sampean adalah manusia-manusia pandir yang ingin mengimpor faham ISIS ke Indonesia? Apakah anda akan bahagia, bila terkatung-katung di sebuah perahu pengungsian yang tidak jelas nasibnya? Apakah anda bahagia jika, rumah anda hancur karena hantaman rudal balistik hasil dari perang saudara?

Saya yakin, anda semua tidak ingin bernasib demikian. Maka tolong fikirkan dengan hati yang jernih saudaraku. Di Pilpres nanti, bukan hanya soal Jokowi vs Prabowo saja. Tetapi, yang kita lawan adalah orang-orang yang berada di belakang Prabowo, dan orang-orang tersebut sangatlah berpotensi besar untuk merusak ke Bhinekaan dan menghadirkan perang di negara kita tercinta Indonesia.

Yang penting negeri ini tetap bersatu, tetap damai, tetap ber Bhineka Tunggal Ika. Maka hal itu sudah merupakan kebahagiaan tersendiri buat rakyatnya. Yang miskin belum tentu susah, dan yang kaya pun belum tentu bahagia. Susah senang itu tergantung dari rasa bersyukur manusianya.

“Edisi Serius, Efek Bar Ngombe Combantrin”.

Salam Jemblem..



1 COMMENT

  1. “Tetapi, yang kita lawan adalah orang-orang yang berada di belakang Prabowo, dan orang-orang tersebut sangatlah berpotensi besar untuk merusak ke Bhinekaan dan menghadirkan perang di negara kita tercinta Indonesia.”

    Betul sekali pernyataan ini. Orang-orang dibelakang Prabowo . . . dan dibelakangnya lagi secara internsional dan inilah yang lebih penting dan sangat berbahaya, karena sudah bikin begitu diseluruh dunia, bikin perpecahan dan perang.

    Siapa dibelakang ISIS?

    Atau dibelakang figur jailangkung Osama bin Laden?

    Atau debelakang ‘kudeta indah’ 1 Oktober setelah kudeta Untung 30/9?
    Seorang penulis bernama James DiEugenio melukiskan dalam bukunya ‘Destiny Betrayed’ soal kudeta 1965 itu: “it was a multi-layered, interlocking masterpiece of a clandestine operation. A coup d’etat that was so well disigned, so beautifuly camouflaged, so brilliantly executed”.
    Wow . . . keindahan dari segi seni kudeta . . . tetapi kesedihan yang tidak ada taranya bagi keluarga yang dibantai, dan bagi kesatuan dan persatuan nasional yang bagi kita semua sangat berharga tinggi itu, NATION INDONESIA.
    Semuanya ini demi duit, demi mengeruk hasil triliunan dolar dari SDA dan bunga utang yang dipaksakan kepada Soeharto harus pinjam ke bank dunia milik neolib/NWO.

    Lihat juga penjelasan John Perkins soal utang itu disini: https://sorasirulo.com/2018/08/29/kolom-m-u-ginting-trump-setengah-tiang-atau-setengah-hati/

    MUG

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.