Kolom Muhammad Nurdin: PAK SANDI, SAYA KOK BINGUNG?

0
393

Pak Sandi yang tamvan. Manuver anda soal akan memperbanyak infrastruktur tanpa membebani APBN membuat saya bingung. Kebingungan saya cukup beralasan, Pak Sandi. Jadi begini…

Pertama. Saya sangat setuju dengan anda, Pak Sandi. Malah, saya sangat mengapresiasi ide anda. Ini ide yang amat brilian.

Makanya. Ahok membangun Simpang Susun Semanggi dengan ide brilian ini. Nol persen, Pak Sandi. Tanpa APBD yang tujuh puluhan triliun itu. Malah, sisanya dibalikin.

Ini kan yang Pak Sandi maksud?

Begitu juga. Saat Ahok membangun banyak RPTRA di Jakarta. Nol persen juga Pak Sandi. Dananya bersumber dari CSR. Mereka yang bangun sendiri. Warga tinggal nikmatin. Pemerintah gak perlu pusing mikirin anggarannya dari pos mana.

Ini kan yang Pak Sandi maksud?

Sayangnya. Saat Pak Sandi dan Pak Anies memimpin Jakarta, apa yang telah Ahok lakukan hilang. Begitu juga dengan spirit “Penghematan APBD”. Tak perlu waktu lama pasca kemenangan Pak Sandi. Gaji untuk tim gubernur meningkat drastis. Gemuknya tim gubernur, membuat makin membengkaknya anggaran.

Coba lihat Ahok, Pak Sandi. Ahok malah memanfaatkan mahasiswa-mahasiswa yang magang untuk bisa berkontribusi dan berdedikasi membangun ibukota. Gak mahal ongkosnya Pak Sandi. Paling dapat makan siang dari Ahok. Itupun mereka udah seneng banget.

Pak Sandi. Dengar boleh dengar. Anggaran untuk DPRD DKI meningkat secara signifikan. Mulai dari Kunker, Reses, pembahasan banggar juga Bamus. Kok bukan menghemat, malah terkesan menghamburkan? Apa karena jaman Ahok banyak anggaran yang dicoret, bahkan dihapus? Sehingga, pasca lengsernya, DPRD serasa macan kelaparan?

Makanya. Saya amat kebingungan, Pak Sandi. Anda kini janjikan kepada pemilih anda soal bangun infrastruktur tanpa bebani APBN, tapi selama menjadi Wagub, apa proyek infrastruktur yang dibiayai oleh non-APBD?

Bahkan, saya sering dengar pasangan yang kini anda tinggalkan, Pak Anies, beliau cukup alergi sama yang namanya diskresi, apalagi kompensasi KLB yang salah satunya berwujud Simpang Susun Semanggi. Beliau juga kurang tertarik sama CSR. Katanya, takut tidak transparan, takut banyak permainan.

Lah, wong mereka yang bangun dengan duit mereka, kenapa harus takut kalau-kalau ada permainan? Itu urusan mereka, Pak.

Tolonglah, Pak Sandi. Berikan kejelasan soal kegalauan hati saya ini. Apa proyek infrastruktur yang anda bangun tanpa membebani APBD? Apakah jaring hitam yang menutup Kali Sentiong? Atau mahakarya dari untaian bambu-bambu di Bunderan HI? Atau tiang-tiang bendera negara-negara Asia yang terbuat dari belahan bambu?

Kalau tidak salah saya dengar, itu semua APBD, loh? Bahkan harganya agak mahal, Pak.

Duhh… Makin galau lah saya ini.



Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.