Saat hujan turun di Desa Cuncang (Wilayah Sipitu Kuta, Karo Julu)

ABENONTA TARIGAN. KABANJAHE — Belakangan ini petani seputaran Dataran Tinggi Karo begitu resah karena kemarau panjang disertai angin kencang yang membuat mereka sulit untuk menanam dan merawat tanaman yang telah tumbuh. Kekeringan ini mengakibatkan proses fotosintesisi pada tumbuhan terganggu sehingga menghambat pertumbuhan tanaman. Alhasil daun tumbuhan menguning.

Sebagian petani mengalami kerugian karena gagal panen. Kemarau panjang disertai angin kencang ini juga menimbulkan kepanikan bagi wisatawan yang berkunjung ke Berastagi dan daerah sekitarnya di Dataran Tinggi Karo.

Kemarin dulu [Kamis 30/8] terjadi kebakaran di sebuah lahan kosong di dekat obyek wisata Bukit Gundaling, Berastagi. Menurut dugaan beberapa orang yang menyaksikan kebakaran itu, besar kemungkinan kebakaran ini terjadi akibat keringnya rerumputan sehingga puntung rokok yang dibuang sembarangan pun dapat memicu terjadinya kebakaran. Kejadian itu memang kabarnya tidak memakan korban jiwa dan tidak menyebabkan kerugian materi karena terjadi di lahan yang kosong.

Namun begitu, kepada pengunjung mau pun warga setempat disarankan untuk tidak memmbakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan karena sangat rentan terjadinya kebakaran.




Untunglah keajaiban telah terjadi hari ini [Sabtu 1/9]. Hujan mulai turun pada Pukul 15.00 WIB. Masih deras hingga Pukul 17.30 WIB. Setelah itu sedikit makin mereda tapi hingga berita ini diangkat (Pukul 20.00 WIB) hujannya masih belum berhenti. Ternyata issue yang beredar di sebagian wilayah Tanah Karo yang mengatakan kemarau panjang akan berakhir di Bulan Desember ternyata tidak benar. Spertinya doa para petani dan seluruh warga Tanah Karo langsung terkabul.

Kewas-wasan para wisatawan untuk berkunjung ke seputaran Dataran Tinggi Karo sepertinya telah terobati karena hari ini di beberapa wilayah Dataran Tinggi Karo telah diguyur hujan deras. Para petani sepertinya sudah bisa menanam tanaman yang diinginkan. Semoga hasil yang didapat nantinya melimpah supaya kerugian akibat gagal panen kemarin terbayar. Di samping itu, sebagai informasi untuk sahabat Sora Sirulo yang tinggal di luar Dataran Tinggi Karo namun memiliki lahan pertanian di seputaran Dataran Tanah Karo, sepertinya sudah bisa mulai menanam lahan pertaniannya.

Semog mendapat hasil yang melimpah.




Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.