HUJAN TURUN, DEDAUN MUDA TUNJUKKAN DIRI (Petani Dataran Tinggi Karo Bergairah Kembali)

0
485

ABENONTA TARIGAN. KABANJAHE — Ternyata kata petuah Tua-tua Siadi memang patut diacungin jempol. Mungkin belum begitu sempurna tapi wajib dimengerti. Salah satunya adalah tentang hujan.

Menurut para tetua Karo, “adi mulai bulan silit mber-mberna tarekenlah ember” (kalau di bulan-bulan yang mengandung mber, sediakanlah ember [untuk menampung air hujan]).

Kata ini mengandung arti yang dalam, terutama di kalangan petani Karo. Selain membuat tanaman menjadi segar, air hujan juga dimanfaatkan untuk memompa dan pemupukan dengan sistem cor. Banyak petani membuat bak di dekat gubuk ladangnya untuk menampung air hujan.

Tanaman cabe di antara pohon-pohon Jeruk Karo yang mulai memunculkan daun-daun muda.

Hujan pertama kali kemarin dulu [Minggu 2/9] di berbagai tempat Dataran Tinggi Karo (Lihat beritanya di SINI) dan esoknya dengan hujan susulan di tempat-tempat yang sama ini telah dimanfaatkan oleh sebagian petani Urung Sipitu Kuta (Karo Julu) untuk menabur benih padi ladang (merdang). Padahal, biasanya, musim tanam padi ladang di  Sipitu Kuta berlangsung bulan-bulan Juli dan Agustus/ Karena kemarau panjang selama ini, banyak petani yang melakukan penanaman di bulan September ini.

Ada juga yang melakukan penanaman penyisipan. Mereka sudah menanam padi ladang di Agustus lalu, tapi, akibat kemarau panjang, pai yang sempat tumbuh kemudian menjadi kering dan mati atau pertumbuhannya tidak bagus.

Manfaat hujan juga dirasakan oleh sebagian petani cabe dan sayur mayur lainnya seperti kubis. Setelah hujan susulan turun kemarin [Senin 3/9], tanaman cabe dan sayur mayur lainya pun mulai berdaun muda. Kemungkinan besar petani yang mulai menanam dari bulan September ini tidak akan merasakan gagal panen oleh akibat kemarau panjang karena diramalkan hujan mulai akan terus mengguyur seluruh kawasan Dataran Tinggi Karo.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.